MANGGARAI TIMUR, BeritaTKP.com – Sebuah tragedi kemanusiaan yang memilukan menggemparkan warga Kampung Golo Pering, Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang ayah yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan (perawat) ditemukan tewas mengenaskan bersama anak kandungnya yang masih berusia 7 tahun di dalam rumah mereka.
Pihak kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Manggarai Timur menduga kuat insiden ini merupakan aksi pembunuhan anak yang diikuti dengan tindakan bunuh diri akibat tekanan psikologis berat.
Kronologi Penemuan Jasad di Dalam Rumah yang Terkunci
Berdasarkan data penyelidikan Polsek dan Polres setempat, peristiwa kelam ini terjadi pada Kamis, 11 Juni 2026, dan pertama kali diketahui sekitar pukul 16.30 WITA. Runtunan kronologi penemuan jasad kedua korban meliputi:
- Kepergian Saksi Kunci: Ibu dan adik kandung dari pelaku dewasa berangkat meninggalkan rumah menuju wilayah Borong sejak pagi hari sekitar pukul 07.30 WITA. Saat itu, pelaku dan anaknya ditinggalkan berdua di dalam rumah.
- Kecurigaan Saat Pulang: Saksi baru kembali ke rumah sekitar pukul 16.00 WITA dan mendapati seluruh pintu serta akses masuk rumah dalam keadaan terkunci rapat dari dalam. Saat dipanggil berulang kali, tidak ada respons atau jawaban dari dalam rumah.
- Visualisasi Lewat Jendela: Penasaran dengan kondisi di dalam, saksi mengintip melalui celah jendela kamar. Mereka histeris saat melihat tubuh sang anak sudah terbaring kaku tak bergerak di atas ranjang tempat tidur.
- Evakuasi Masuk: Dengan dibantu oleh warga dan tetangga sekitar, pintu rumah akhirnya didobrak paksa. Warga terkejut mendapati sang ayah sudah tewas dalam kondisi tergantung pada balok plafon rumah menggunakan jeratan tali nilon berwarna biru.
Identitas Korban dan Hasil Visum Tim Medis
Pihak kepolisian telah mengonfirmasi identitas kedua korban yang tewas dalam insiden domestik ini:
- YGRD (34) – Ayah kandung / Berprofesi sebagai perawat.
- ABZD (7) – Anak kandung laki-laki.
Tim kedokteran forensik bersama penyidik kepolisian langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta melakukan visum medis luar. Hasil pemeriksaan menunjukkan perbedaan kausa kematian antara keduanya:
- Kematian Anak (ABZD): Dokter menduga kuat korban anak meninggal dunia akibat kehabisan oksigen setelah dibekap secara paksa oleh ayahnya. Indikasi ini diperkuat dengan temuan luka lebam di area pelipis kanan serta keluarnya cairan berbusa dari lubang hidung korban.
- Kematian Ayah (YGRD): Korban dewasa dipastikan murni meninggal dunia akibat asfiksia gantung diri. Hal ini ditandai dengan adanya luka lebam melingkar di leher akibat jeratan tali nilon. Di dekat jasadnya, polisi juga menyita sebuah kotak berisi aneka obat-obatan seperti antibiotik dan obat antimual.
Motif Tekanan Batin dan Gugatan Cerai Istri
Kapolres Manggarai Timur, AKBP Haryanto, melalui Kasat Reskrim IPTU Ahmad Zacky Shodri, membeberkan indikasi kuat yang melatarbelakangan aksi nekat perawat tersebut.
Hasil Analisis Kasat Reskrim IPTU Ahmad Zacky Shodri:
“Berdasarkan keterangan saksi, visum dokter, dan barang bukti, sementara kami menduga korban YGRD terlebih dahulu membekap anaknya hingga meninggal dunia, kemudian mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri. Latar belakang tindakan ini diduga kuat akibat tekanan batin ekstrem dari masalah rumah tangga serta kondisi gangguan kesehatan kronis yang diderita pelaku.”
Pihak keluarga membenarkan bahwa YGRD mengalami depresi berat setelah digugat cerai oleh istrinya. Sejak keretakan rumah tangga tersebut, YGRD memilih angkat kaki, hidup terpisah dari istrinya, dan membawa anak mereka pulang ke kampung halamannya di Lamba Leda Timur. Akibat konflik interpersonal orang tuanya, bocah malang tersebut bahkan sempat dilaporkan putus atau tidak bersekolah lagi.
Meskipun kondisi TKP sempat bergeser karena sempat ditangani oleh pihak keluarga sebelum polisi tiba, IPTU Ahmad Zacky menegaskan hal itu tidak menghambat penyidikan. Korps Bhayangkara masih terus memeriksa saksi-saksi tambahan untuk memastikan tidak ada keterlibatan pihak luar dalam peristiwa maut ini. Saat ini, jenazah ayah dan anak tersebut telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan melalui upacara adat dan agama setempat.(æ/red)





