JAKARTA, BeritaTKP.com – Tugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) saat ini tidak lagi sebatas memadamkan api. Tim penyelemat dari Sudin Gulkarmat Jakarta Timur dilaporkan sukses melakukan aksi kedaruratan non-kebakaran (rescue) dengan mengevakuasi jenazah seorang warga berbobot ekstrem, mencapai sekitar 120 kilogram (kg).

Proses penurunan jasad dari lantai dua bangunan rumah tersebut berjalan dramatis lantaran terkendala oleh tata ruang pemukiman dan akses tangga yang sangat sempit.

Kendala Geografis Rumah dan Laporan Kedaruratan

Insiden kedaruratan logistik kemanusiaan ini bertempat di kawasan padat penduduk Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa operasi ini digelar atas permohonan resmi dari pihak aparatur kelurahan setempat.

Kronologi masuknya laporan dan pengerahan personel berjalan sebagai berikut:

  • Penerimaan Informasi (17.58 WIB): Pihak pemadam kebakaran menerima laporan dari Sekretariat Kelurahan Jati yang meneruskan keluhan dari pihak keluarga duka pada Selasa sore, 16 Juni 2026.
  • Keterbatasan Fisik Pemulasaraan: Pihak keluarga dan warga sekitar mengaku kesulitan dan tidak mampu menurunkan jenazah dari lantai dua menuju lantai dasar akibat bobot jasad yang mencapai 120 kg, ditambah lorong tangga rumah yang sangat curam serta sempit. Akibatnya, proses pemulasaraan atau perawatan jenazah sempat tertunda.
  • Mobilisasi Armada Taktis: Merespons kondisi tersebut, Sudin Gulkarmat langsung menggerakkan personel penyelamat dari Kelompok Bandung. Unit pertama diberangkatkan pada pukul 18.05 WIB, disusul oleh armada penunjang logistik kedua pada pukul 18.20 WIB guna memperkuat personel di lapangan.

Strategi Taktis Operasi Penurunan Jasad

Setibanya di lokasi kejadian, tim rescue langsung melakukan langkah-langkah mitigasi dan asesmen struktural bangunan. Petugas menyiapkan perangkat tali-temali, tandu khusus, serta perlengkapan keselamatan guna memastikan proses penurunan jasad tidak membahayakan struktur rumah, petugas, maupun kerumunan warga sekitar yang melayat.

Detik-Detik Eksekusi Evakuasi:

Operasi fisik mulai digerakkan pada pukul 18.23 WIB. Mengingat keterbatasan ruang tangga internal, petugas harus memutar otak dan mengalkulasi dengan cermat setiap pergerakan beban agar jenazah dapat diturunkan secara stabil tanpa mengalami benturan.

Melalui kerja sama tim yang solid dan pemanfaatan teknik mechanical advantage (sistem katrol tali), jenazah warga tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dari lantai dua menuju lantai dasar dengan aman dan tanpa kendala berarti.

Serah Terima dan Estimasi Waktu Evakuasi

Begitu tiba di lantai dasar, jasad almarhum langsung diserahterimakan kembali secara khidmat kepada pihak keluarga untuk dilanjutkan ke proses keagamaan berikutnya, baik pemandian maupun pemakaman.

Abdul Wahid membeberkan bahwa operasi penanganan kemanusiaan ini memakan waktu kurang dari satu jam. “Proses evakuasi secara keseluruhan dinyatakan selesai pada pukul 19.20 WIB, atau berlangsung kurang lebih selama 57 menit. Selama kegiatan berlangsung, dinamika situasi di lokasi kejadian dilaporkan aman, kondusif, dan terkendali,” pungkas Abdul pada Rabu (17/6/2026).(æ/red)