SUKABUMI, BeritaTKP.com – Warga di sekitar kawasan Situ Habibie, Kampung Pasirkawung, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hidup dalam bayang-bayang ketakutan akibat teror kawanan buaya muara. Danau yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga untuk mencari ikan dan memberi minum ternak kini berubah menjadi sarang predator ganas.

Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’adi, mengungkapkan bahwa ancaman serangan buaya ini sudah berada di tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir saja, tercatat sudah ada belasan hewan ternak warga yang hilang atau mati dimangsa predator berukuran lebih dari dua meter tersebut.

“Kalau dihitung setahun terakhir, tercatat sudah ada 1 ekor sapi dan 9 ekor domba milik warga yang hilang dimangsa buaya,” ujar Bakang, Kamis (30/7/2026).

Ancaman Nyawa Manusia Keganasan buaya di Situ Habibie tidak hanya menyasar hewan ternak. Serangan terbaru bahkan sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial saat seekor anak sapi disergap buaya ketika hendak minum di tepi danau pada Sabtu sore (25/6/2026) lalu. Beruntung, ternak tersebut berhasil diselamatkan warga menggunakan galah panjang meski mengalami luka robek parah di bagian paha dan kaki belakang.

Lebih mengkhawatirkan lagi, teror predator ini mulai mengancam keselamatan jiwa manusia. Bakang menyebutkan bahwa sudah ada dua warga lokal pencari ikan, yakni Farel dan Baban, yang nyaris kehilangan nyawa setelah diserang langsung oleh buaya dari dalam air.

“Dua warga kami pernah digigit langsung saat nyetrik ikan. Beruntung mereka masih bisa berjuang membela diri hingga tidak sampai kehilangan nyawa,” terangnya.

Desak Evakuasi Konkret Pihak desa mengaku sudah berulang kali melaporkan ancaman ini kepada pihak berwenang. Namun, penanganan di lapangan dinilai lambat dan terkesan saling lempar tanggung jawab antarinstansi terkait.

“Dulu BKSDA cuma pasang papan imbauan. Lalu penanganan katanya dilempar ke DKPP. Saya bingung, siapa sebenarnya penanggung jawab resminya?” keluh Bakang.

Pemerintah desa bersama warga kini mendesak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) serta Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk segera turun tangan mengevakuasi buaya-buaya tersebut dari Situ Habibie. Mereka khawatir lambatnya respons pemerintah justru memicu warga bertindak sendiri yang dapat berujung pada pelanggaran hukum terhadap satwa dilindungi.

“Saya tidak mau warga kelak terjebak masalah hukum karena membunuh satwa dilindungi. Tapi kami minta tindakan konkret, jangan tunggu ada nyawa melayang,” pungkasnya tegas.(æ/red)