SURABAYA, BeritaTKP.com – Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kembali menggelar aksi pada Senin (21/9/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa melakukan penyegelan sejumlah akses masuk dan keluar kampus.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, beberapa pintu kampus ditutup dan dirantai sehingga masyarakat yang ingin masuk ke area kampus tidak dapat melintas. Namun, mahasiswa dan pihak tertentu masih diperbolehkan masuk dengan menunjukkan identitas seperti Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau aplikasi khusus mahasiswa UINSA.

Selain penyegelan, mahasiswa juga melakukan aksi pembakaran ban di salah satu akses keluar kampus. Massa masih berkumpul di beberapa titik area kampus hingga siang hari.

Koordinator lapangan aksi, Fadlurrahman Fazle (Ale), mengatakan aksi akan terus dilakukan hingga pihak rektor menemui mahasiswa.

“Aksi akan terus kami lakukan sampai rektor turun,” ujar Ale.

Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi mahasiswa UINSA sebelumnya pada Kamis (17/9/2026) di depan Gedung Rektorat. Saat itu, mahasiswa membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutan karena Rektor UINSA Prof. Akh. Muzakki belum menemui mereka.

Dalam aksi sebelumnya, mahasiswa membawa 1+7 tuntutan, di antaranya meminta rektor mengundurkan diri atau dicopot, meminta keterbukaan informasi kampus, meminta klarifikasi sejumlah kebijakan akademik, serta menuntut evaluasi terkait fasilitas, UKT, jam malam, dan mekanisme peminjaman tempat di kampus.(æ/red)