Banyuwangi, BeritaTKP.com – Sekelompok orang mengaku sales sukses menipu sejumlah toko kelontong yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Mereka menawarkan produk makanan ringan senilai Rp800 ribu dengan keuntungan yang fantastik.

Sudah dua toko yang menjadi korban penipuan dari salesman produk makanan ringan kemasan. Vita Vitriani (24), salah satu karyawan toko di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, mengaku bahwa dirinya juga menjadi korban penipuan tersebut.

Foto dua pelaku sales gadungan yang diduga melakukan penipuan produk makanan ringan.

Berdasarkan pengakuan Vitriani, ia didatangi dua orang sales makanan ringan untuk menjual produknya pada Senin (13/3/2023) lalu. Sebetulnya Vitriani sempat menolak, namun kemudian ia terpikat dengan keuntungan yang dijanjikan dua salesman. “Sales itu juga menawarkan rak jajan untuk jualan secara cuma-cuma. Itu di luar keuntungan dari modal yang dikeluarkan lho,” ujarnya, Rabu (15/3/2023).

Karena dianggap tak wajar, Vitriani sempat berpikir dan enggan menanggapi tawaran dua sales tersebut. Namun karena termakan bujuk rayu dan mahirnya sales ketika menawarkan produk, membuatnya luluh dan menerima tawaran yang disodorkan. “Mereka juga mengaku distributor dari Surabaya, dan kebetulan buka cabang di Banyuwangi. Ya sudah, saya terima tawarannya,” lanjut Vitriani.

Sejujurnya, ia nyaris saja memberikan nominal uang yang tertera pada nota penjualan yang hampir mendekati Rp5 juta. Namun keputusan itu ia urungkan lantaran barang yang diberikan hanya beberapa dari yang tertera di nota penjualan.

Bahkan ia sempat hendak mentransfer dengan nominal Rp4 juta lebih. Namun ia hanya membayar Rp800 ribu secara tunai. “Duit itu sampai sekarang gak balik. Saya telfon juga tidak bisa, nomor WhatsApp saya sepertinya sudah diblokir,” terang Fitriani.

Tak hanya Vitriani, ternyata toko lain juga turut disatroni dan menjadi korban sales abal-abal, dengan modus serupa. Namun demikian, kerugian yang diderita tidak sama dengan Vitriani.

“Pelanggan saya itu banyak yang kena. Ada yang (tertipu) Rp500 ribu, ada juga yang sampai Rp2 juta. Dikasih nota, dibayar, dijanjikan keuntungan berlipat. Tapi barang gak datang,” ujar Suprihatin (37), pemilik toko grosir di wilayah Genteng.

Tak hanya menargetkan sejumlah toko di wilayah Genteng, penipuan sales abal-abal tersebut juga menyasar ke pelanggan di luar wilayah Genteng. Menurut Suprihatin ada korban dari Sragi, Gambiran, dan Sempu.

Bahkan ketika nomor yang tertera pada nota milik Vitriani ditelfon, tidak ada satupun nomer yang bisa dihubungi. Dalam nota tersebut jelas terpampang nomor telepon serta alamat perusahaan. Lengkap dengan cabang yang tersebar di sejumlah daerah. Merasa tak benar dan dirinya telah tertipu, Vitriani melaporkan kasus ini ke Polsek Genteng. (Din/RED)