Probolinggo, BeritaTKP.com – Banjir bandang merendam lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu dini hari (22/2/2026). Ketinggian air dilaporkan mencapai 1,5 meter dan disebut sebagai salah satu banjir terbesar dalam beberapa dekade terakhir.

Bencana ini dipicu jebolnya tanggul sungai akibat debit air yang meluap. Sejumlah wilayah terdampak antara lain Kecamatan Krejengan, Besuk, Gading, Kotaanyar, dan Kraksaan. Kecamatan Kraksaan menjadi titik terparah dengan genangan air cukup tinggi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, memimpin langsung penanganan di lapangan atas instruksi Bupati Mohammad Haris dan Wakil Bupati Fahmi AHZ.

“Keselamatan warga adalah harga mati. Fokus utama kami saat ini adalah mengevakuasi kelompok rentan, seperti warga sakit, lansia, ibu hamil, dan anak-anak,” ujar Ugas, Minggu (22/2/2026).

Sampah Perparah Banjir

Selain curah hujan tinggi dan luapan sungai, tim di lapangan menemukan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai, khususnya di wilayah Patemon, Kelurahan Sidomukti. Kondisi tersebut dinilai memperparah dampak banjir.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tanggul serta mempercepat normalisasi sungai. Sosialisasi larangan mendirikan bangunan di sempadan sungai juga akan diperketat.

Distribusi Bantuan Darurat

Ribuan paket makanan siap saji telah didistribusikan kepada warga terdampak, termasuk untuk kebutuhan sahur dan berbuka puasa.

BPBD bersama TNI dan Polri masih bersiaga di lokasi untuk membantu evakuasi dan penanganan darurat. Warga yang sakit dirujuk ke rumah sakit, sementara para lansia mendapatkan perawatan sementara di Kantor Kecamatan Kraksaan.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah, guna meminimalkan risiko bencana serupa di masa mendatang.(æ/red)