LUBUKLINGGAU, BeritaTKP.com – Momen unik terjadi dalam pemilihan Ketua RT di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Dua calon Ketua RT harus menentukan pemenang lewat suit setelah hasil pemungutan suara berakhir imbang.

Peristiwa ini terjadi di RT 05, Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, pada Selasa, 9 Juni 2026. Dua kandidat yang bersaing dalam pemilihan tersebut adalah M Isbandi dan Alpian Bakardin.

Awalnya, proses pemilihan berlangsung seperti biasa. Warga memberikan suara untuk memilih calon Ketua RT yang mereka dukung. Namun, setelah penghitungan suara selesai, hasilnya ternyata seri atau draw.

Karena tidak ada calon yang unggul, panitia kemudian melakukan musyawarah untuk mencari solusi. Musyawarah tersebut juga turut dihadiri oleh lurah setempat.

Setelah berdiskusi, kedua kandidat akhirnya sepakat untuk menentukan pemenang melalui suit. Keputusan itu diambil atas kesepakatan bersama dan tidak mendapat keberatan dari masing-masing calon.

Suasana yang awalnya cukup tegang pun berubah menjadi penuh tawa. Warga yang hadir ikut menyaksikan momen langka tersebut dengan antusias karena pemilihan Ketua RT lewat suit memang jarang terjadi.

Dalam suasana santai dan penuh kelucuan, kedua calon mulai melakukan suit. Setelah beberapa kali suit, M Isbandi akhirnya keluar sebagai pemenang.

M Isbandi kemudian dinyatakan terpilih sebagai Ketua RT 05. Penetapan tersebut dianggap sah karena berdasarkan kesepakatan kedua calon dan mendapat dukungan warga setempat.

Kabag Tapem Setda Pemkot Lubuklinggau, Ongki, menjelaskan bahwa keputusan menggunakan suit merupakan hasil kesepakatan kedua kandidat setelah perolehan suara mereka sama.

Menurut Ongki, cara tersebut tidak menjadi persoalan selama kedua pihak sepakat dan tidak ada yang merasa keberatan. Ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah prosesnya berjalan damai, diterima bersama, dan tidak menimbulkan konflik.

Ongki juga menyampaikan bahwa dari total 528 RT di Lubuklinggau, sebagian besar sedang melaksanakan pemilihan Ketua RT. Secara umum, proses pemilihan berlangsung kondusif dan tidak ada gejolak berarti.

Momen ini menjadi cerita unik dalam proses demokrasi tingkat lingkungan. Meski sederhana, pemilihan Ketua RT lewat suit menunjukkan bahwa penyelesaian masalah bisa dilakukan dengan cara yang santai, damai, dan tetap berdasarkan kesepakatan bersama.(æ/red)