Banyuwangi,BeritaTKP.com- Kecelakaan terjadi saat karnaval HUT RI  dengan hiburan sound horeg di Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (20/8/2025) malam.

Sebuah mobil pembawa makanan menabrak empat penari sound horeg hingga mengalami luka-luka. Karnaval sound horeg diiringi dengan sejumlah penari dengan iringan musik keras dan lampu sorot.

Sound horeg adalah pertunjukan audio ekstrem yang mengandalkan speaker berdaya tinggi, umumnya dipasang di atas kendaraan seperti truk atau pikap.

Nama horeg berasal dari bahasa Jawa yang berarti bergetar, menggambarkan efek fisik dari gelombang suara yang begitu kuat hingga terasa mengguncang tubuh penonton.

Permintaan sewa sound horeg untuk karnaval meningkat di bulan Agustus bertepatan dengan perayaan HUT RI.

Jarak Desa Sraten yang menjadi lokasi sound horeg ke pusat Kota Banyuwangi sekitar 30–35 kilometer dengan waktu tempuh perjalanan kurang lebih satu jam.

Kapolsek Cluring, Iptu Putu Ardana, menjelaskan mobil Innova hitam yang turut dalam rombongan sound horeg secara tiba-tiba meluncur ke arah penari.

Diduga pengemudi berinisial M tidak mahir mengendarai mobil matic.

Mobil matic menggunakan transmisi otomatis tanpa kopling, sementara mobil manual memerlukan perpindahan gigi dan pengoperasian kopling secara manual.

“Mobil yang dibawa saudara M ini adalah mobil matic. Sepertinya pengemudi kurang terbiasa membawa mobil itu.”

“Sementara para penari menari di depan panggung, mobil tetap berjalan. Akhirnya menabrak beberapa dancer,” jelasnya, dikutip dari TribunJatim.com.

Keempat korban langsung dilarikan ke RS Al-Huda Banyuwangi dan dua di antaranya telah pulang ke rumah.

“Sementara dua lainnya masih dirawat. Tidak ada korban jiwa,” imbuhnya.

Pihak keluarga tak melaporkan insiden ini dan permasalahan diselesaikan kekeluargaan.

Editor:Imam B