NGANJUK, BeritaTKP – Sebuah dump truck bermuatan pasir mengalami kecelakaan tunggal di Desa Patihan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Rabu (2/9/2026) pagi. Truk bernopol AG 8992 UL itu menabrak pagar pembatas jembatan hingga akhirnya terjun dan nyungsep ke sungai.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Dugaan sementara, sopir kehilangan kendali karena mengantuk saat mengemudikan truk.
Proses evakuasi berlangsung hingga siang hari. Petugas harus menggunakan alat berat untuk mengangkat truk, sementara muatan pasir terlebih dahulu dibersihkan agar proses evakuasi berjalan aman.
Truk Mendadak Hilang Kendali
Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin, mengatakan truk awalnya melaju dari arah timur menuju barat dengan kecepatan sedang.
Saat tiba di lokasi kejadian, truk tiba-tiba kehilangan kendali dan bergerak ke sisi kiri jalan.
“Truk melaju dari timur ke barat dengan kecepatan sedang. Sampai di TKP, truk mendadak hilang kendali dan oleng ke kiri hingga menabrak pembatas jembatan,” jelas Wahby.
Benturan keras membuat truk menerobos pagar pembatas jembatan hingga akhirnya masuk ke sungai.
Sopir dan Kernet Terluka
Kecelakaan tersebut menyebabkan dua orang yang berada di dalam truk mengalami luka. Keduanya adalah sopir dan kernet.
Korban yakni MT (19), warga Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, yang merupakan sopir truk. Sementara kernet berinisial HS (24), juga warga Desa Candirejo.
Kedua korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Nganjuk untuk mendapatkan perawatan medis.
“Kedua korban yang terluka sudah dibawa ke RSUD Nganjuk untuk mendapatkan perawatan,” kata Wahby.
Evakuasi Terkendala Muatan Pasir
Petugas membutuhkan waktu cukup lama untuk mengevakuasi truk yang nyungsep di sungai.
Selain posisi kendaraan yang berada di bawah jembatan, muatan pasir yang dibawa truk juga harus terlebih dahulu ditangani.
Alat berat dikerahkan untuk membantu proses pengangkatan kendaraan hingga evakuasi berlangsung sampai siang hari.
Polisi Duga Sopir Mengantuk
Dari pemeriksaan awal di lokasi, polisi menduga kecelakaan terjadi akibat sopir mengantuk.
Meski demikian, penyebab tersebut masih merupakan dugaan sementara berdasarkan hasil penanganan awal petugas.
“Dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat sopir mengantuk,” tandas Wahby.
Polisi masih melakukan penanganan terhadap kecelakaan tersebut, termasuk memastikan kondisi kendaraan serta faktor lain yang berkaitan dengan kejadian.
NGANJUK – Sebuah dump truck bermuatan pasir mengalami kecelakaan tunggal di Desa Patihan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Rabu (2/9/2026) pagi. Truk bernopol AG 8992 UL itu menabrak pagar pembatas jembatan hingga akhirnya terjun dan nyungsep ke sungai.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Dugaan sementara, sopir kehilangan kendali karena mengantuk saat mengemudikan truk.
Proses evakuasi berlangsung hingga siang hari. Petugas harus menggunakan alat berat untuk mengangkat truk, sementara muatan pasir terlebih dahulu dibersihkan agar proses evakuasi berjalan aman.
Truk Mendadak Hilang Kendali
Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin, mengatakan truk awalnya melaju dari arah timur menuju barat dengan kecepatan sedang.
Saat tiba di lokasi kejadian, truk tiba-tiba kehilangan kendali dan bergerak ke sisi kiri jalan.
“Truk melaju dari timur ke barat dengan kecepatan sedang. Sampai di TKP, truk mendadak hilang kendali dan oleng ke kiri hingga menabrak pembatas jembatan,” jelas Wahby.
Benturan keras membuat truk menerobos pagar pembatas jembatan hingga akhirnya masuk ke sungai.
Sopir dan Kernet Terluka
Kecelakaan tersebut menyebabkan dua orang yang berada di dalam truk mengalami luka. Keduanya adalah sopir dan kernet.
Korban yakni MT (19), warga Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, yang merupakan sopir truk. Sementara kernet berinisial HS (24), juga warga Desa Candirejo.
Kedua korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Nganjuk untuk mendapatkan perawatan medis.
“Kedua korban yang terluka sudah dibawa ke RSUD Nganjuk untuk mendapatkan perawatan,” kata Wahby.
Evakuasi Terkendala Muatan Pasir
Petugas membutuhkan waktu cukup lama untuk mengevakuasi truk yang nyungsep di sungai.
Selain posisi kendaraan yang berada di bawah jembatan, muatan pasir yang dibawa truk juga harus terlebih dahulu ditangani.
Alat berat dikerahkan untuk membantu proses pengangkatan kendaraan hingga evakuasi berlangsung sampai siang hari.
Polisi Duga Sopir Mengantuk
Dari pemeriksaan awal di lokasi, polisi menduga kecelakaan terjadi akibat sopir mengantuk.
Meski demikian, penyebab tersebut masih merupakan dugaan sementara berdasarkan hasil penanganan awal petugas.
“Dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat sopir mengantuk,” tandas Wahby.
Polisi masih melakukan penanganan terhadap kecelakaan tersebut, termasuk memastikan kondisi kendaraan serta faktor lain yang berkaitan dengan kejadian.(æ/red)




