Ikan mati di keramba budi daya kawasan Danau Ranu Grati

Pasuruan, BeritaTKP.com – Ribuan ikan budi daya di Danau Ranu Grati, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, mati akibat fenomena sapon atau angin kencang yang melanda kawasan tersebut sejak awal Januari 2026. Akibatnya, para petambak keramba mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Salah satu petambak, Rusdi (52), warga Desa Ranuklindungan, mengatakan angin kencang terjadi hampir setiap pagi dan sore, sehingga memicu stres pada ikan di dalam keramba.

“Datangnya angin pagi dan sore. Ikan banyak yang mati,” ujar Rusdi, Rabu (14/1/2026).

Rusdi mengelola 24 petak keramba berisi ikan nila dan tombro. Ia mengaku kerugian terus bertambah dalam beberapa hari terakhir.

“Kemarin satu kuintal mati, rugi sekitar Rp 3 juta. Sekarang sudah tiga kuintal, kerugiannya mencapai Rp 7 juta,” jelasnya.

Hal serupa dialami Khoirul Anam, pemilik 18 petak keramba di lokasi yang sama. Ia mengatakan cuaca ekstrem membuat kematian ikan sulit diprediksi.

“Sekarang tidak bisa diperkirakan datangnya sapon. Kami hanya bisa memilah ikan mati yang masih bisa dijual,” ungkapnya.

Danau Ranu Grati selama ini dimanfaatkan warga sekitar untuk budi daya ikan keramba. Dari total luas danau sekitar 107 hektare, kurang lebih 3 hektare digunakan untuk keramba apung dan keramba tancap. Fenomena sapon yang terus berulang dikhawatirkan semakin memperparah kerugian petambak jika cuaca ekstrem tidak segera mereda.(æ/red)