LAMPUNG SELATAN, BeritaTKP.com – Upaya penyelundupan ribuan cartridge liquid vape yang diduga mengandung narkotika terungkap di Pelabuhan ASDP Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Sebanyak 4.364 cartridge diamankan aparat gabungan setelah ditemukan tersembunyi di dalam tiga kardus keripik singkong yang diangkut bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dari Medan menuju Tangerang.
Pengungkapan tersebut dilakukan Tim F1QR Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lampung bersama Satgas Intelmar Pusintelal dan Tim Pengamanan Objek Vital Nasional (Pamobvitnas) ASDP Bakauheni pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 02.50 WIB.
Komandan Kodaeral III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, mengatakan pengungkapan berawal dari informasi intelijen mengenai dugaan pengiriman cartridge vape yang terindikasi mengandung narkotika melalui jalur penyeberangan laut.
Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas memeriksa bus ALS bernomor polisi BK 7571 UA yang melintas di Pelabuhan Bakauheni.
Ribuan Cartridge Tersembunyi dalam Tiga Kardus
Saat memeriksa bagasi bus, petugas menemukan tiga kardus yang secara kasatmata berisi keripik singkong. Namun, pemeriksaan lebih lanjut mengungkap adanya ribuan cartridge liquid vape merek Yakuza XL dan Batman di dalam kardus tersebut.
Berdasarkan penghitungan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, total barang bukti mencapai 4.364 cartridge dengan rincian sebagai berikut:
- Kardus pertama berisi 1.590 cartridge Yakuza XL warna ungu.
- Kardus kedua berisi 1.173 cartridge Yakuza XL warna merah.
- Kardus ketiga berisi 797 cartridge Batman warna hitam, 210 cartridge Yakuza XL warna ungu, dan 594 cartridge Yakuza XL warna merah.
Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan untuk mengetahui kandungan zat di dalam seluruh cartridge yang diamankan.
Hasil Tes Awal Terindikasi Kokain
Untuk mengidentifikasi kandungan zat, Lanal Lampung berkoordinasi dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Lampung serta BNN Provinsi Lampung.
Pengujian awal menggunakan narco test menunjukkan seluruh barang bukti bereaksi positif terhadap indikasi kandungan kokain. Meski demikian, hasil tersebut belum menjadi penetapan akhir mengenai kandungan zat di dalam ribuan cartridge tersebut.
Kepastian jenis zat masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Uki Prasetia menyebut, apabila dugaan kandungan kokain tersebut terbukti melalui pemeriksaan laboratorium, nilai pasar seluruh barang bukti diperkirakan mencapai Rp34,912 miliar.
Nilai tersebut masih berupa perkiraan berdasarkan dugaan kandungan zat yang ditemukan dan perlu dibedakan dari hasil pemeriksaan laboratorium yang belum diterima.
Pengemudi Bus dan Jalur Distribusi Didalami
Saat ini, seluruh barang bukti diamankan di Markas Komando Lanal Lampung untuk kepentingan pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.
Petugas juga mendalami keterangan pengemudi bus serta data pengirim guna menelusuri asal-usul barang, pihak yang bertanggung jawab, dan kemungkinan jalur distribusinya.
Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai identitas pihak yang diduga mengirim maupun pemilik ribuan cartridge tersebut.
Barang bukti direncanakan dimusnahkan setelah seluruh proses pemeriksaan dan penyidikan selesai serta memperoleh penetapan dari instansi yang berwenang.
Aparat Perkuat Pengawasan Jalur Laut
Pengungkapan ini menjadi perhatian aparat karena jalur penyeberangan laut dapat dimanfaatkan untuk mengangkut barang terlarang antardaerah.
Uki menegaskan, TNI Angkatan Laut melalui Kodaeral III akan terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum dan pengelola pelabuhan guna mencegah peredaran narkotika melalui jalur laut.
Masyarakat juga diimbau aktif memberikan informasi kepada pihak berwenang apabila mengetahui dugaan peredaran narkotika di lingkungan sekitar.
Sementara itu, penyelidikan terhadap temuan 4.364 cartridge vape di Pelabuhan Bakauheni masih berlanjut. Hasil pemeriksaan laboratorium dan pendalaman terhadap pihak-pihak terkait akan menjadi bagian penting untuk mengungkap perkara tersebut secara menyeluruh.(æ/red)





