Nganjuk, BeritaTKP Com – Pengerjaan proyek drainase yang berada di sekitar jalan Anusopati sampai jalan Tamrin Link. RW 08, Kel. Banaran, Kec. Kertosono, Kab. Nganjuk kini pengerjaannya tampak awut awutan karena terlepas dari pengawasan dinas terkait yaitu Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, dikhawatirkan tidak akan bertahan lama sebab ditafsir mutu garapannya jelek .
Proyek yang diperkirakan pakai sistem lelang ini mulai dikerjakan pada minggu minggu kemarin dan belum berakhir dengan manggunakan bahan baku pracetak/U ditch dimana pada sambungan sambungan yang masih berongga tak dilapis dengan luluh, gunanya untuk melekatkan antara U ditch satu sama lainnya, maka dimungkinkan akan mudah bergerak jika kena air nantinya, karena bahan berkpasitas kecil sehingga akan membawa dampak dikemudian hari seperti yang sekarang tampak disampingnya ( garapan dahulu sebelah utaranya entah dari CV apa penggarapnya ) sudah hancur berantakan, morat marit dan berlobang lobang sangat membahayakan pengguna jalan .

Dilokasi terpasang sebuah Banner bahwa pekerjaan yang baru ini adalah ” Peningkatan sistem drainase perkotaan jalan Tamrin Desa Banaran, Kec. Kertosono ” dari APBD TA 2026 senilai Rp. 286.245.070 ; dengan jangka waktu 60 hari kalender . Sebagai kontraktor pelaksana CV. Jaya Sakti dan Konsultan Pengawas CV. Pagestu Gemilang Consultant .
Ketika Berita TKP investigasi pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 13’02 Wib. tidak ada pekerja di lokasi, seorang tua yang hendak bekerja mengecat pagar warga bernama Bejo penduduk Dusun Sedan, Desa Kemlokolegi, Kec. Baron, Kab. Nganjuk berkata mungkin pekerjanya sedang cari makan dan istirahat mas, dilanjukan lagi jawabannya bahwa proyek ini pekerjanya hanya 4 orang, kalau dulu awal awalnya memang cukup banyak ada sekitar 10 an orang .
Hal ini disoroti oleh 2 aktivis yaitu berinitial T ( Red ) dan E ( Red ) dari kedua sebuah lembaga bahwa pekerjaan yang dibilang awur awuran ini menjadi sorotan tajam dari semua pihak ” Selamatkan APBD Nganjuk” katanya .
Sementara dari Dinas PUPR Kab. Nganjuk melalui Kadisnya Oni Supriyanto hendak dikonfirmasi melalui WhatsAppnya oleh Berita TKP pada Rabu, 8 Juli 2026 pukul 15’34 Wib. belum ada jawaban.
Harapan publik agar Dinas PUPR nanti di tahap berikutnya apabila memberikan garapan bisa menseleksi setiap CV, mana yang bisa melaksanakan pekerjaan dengan baik dan mana yang tidak .( tut )





