Pakis, BeritaTKP.com – Merah Putih Revolusioner secara resmi meluncurkan Program Revolusi Hijau di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, yang didukung oleh Petugas Pengembangan Lapangan (PPL) dari Departemen Pertanian RI dan dihadiri langsung oleh pimpinan utama Yayasan Merah Putih Revolusioner. Acara ini tidak hanya menjadi ajang penanaman rame-rame tetapi juga upaya nyata untuk meningkatkan kesadaran peduli lingkungan dan mencegah bencana longsor di wilayah lereng.

Selain kegiatan inti “senang menanam rame-rame” yang diikuti oleh warga lokal, program ini juga menyertakan pembagian bibit yang berasal dari berbagai pihak yang mendukung. Hadir dalam acara tersebut Bapak Andi SP, PPL dari Departemen Pertanian RI yang berasal dari Sulawesi Selatan, yang didampingi langsung oleh Sekjen Yayasan Merah Putih Revolusioner Bapak Heri Prastowo. Juga hadir Waketum DPP Merah Putih Revolusioner, Profesor Moh Sahri, yang membidangi Pertanian, Kehutanan, Energi, Sumberdaya Alam, Konservasi Alam, Pariwisata dan Pengembangan Pembangunan, serta Perikanan dan Kelautan.

“Kita tidak hanya berikan bibit semata, tapi juga edukasi tentang cara menanam yang benar dan pentingnya peduli lingkungan,” ujar salah satu pengorganisir program, yang didukung oleh panduan dari Bapak Andi SP selaku PPL Departemen Pertanian RI serta arahan dari Bapak Heri Prastowo dan Profesor Moh Sahri. Edukasi yang diberikan mencakup pengetahuan tentang pemeliharaan tanaman, manfaat tanaman bagi ekosistem, serta bagaimana penanaman di area rumah dan lingkungan dapat berkontribusi pada kebersihan udara dan keindahan lingkungan.

Yang menjadi ciri khas dari program ini adalah penentuan lokasi penanaman yang strategis. Sebagian besar bibit yang dibagikan – yang beragam jenis buah-buahan seperti mangga, jeruk, nangka, apukat, dan pete yang cocok tumbuh di iklim dan tanah Malang – ditanam di lereng-lereng Kecamatan Pakis, yang dipilih karena wilayah tersebut memiliki potensi risiko longsor. Dengan menanam tanaman di lereng, diharapkan akar tanaman dapat memperkuat struktur tanah dan mengurangi kemungkinan terjadinya longsor, terutama saat musim hujan tiba. Setiap warga yang berpartisipasi juga mendapatkan kesempatan untuk membawa pulang bibit tersebut untuk ditanam di rumah masing-masing atau di lingkungan sekitar.

Warga Kecamatan Pakis menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap program ini. Banyak yang datang bersama keluarga dan tetangga untuk berpartisipasi dalam penanaman rame-rame, menciptakan suasana yang meriah dan saling membantu. Dengan dukungan dari Departemen Pertanian RI serta pimpinan Yayasan Merah Putih Revolusioner, program Revolusi Hijau ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di antara warga dan memberikan manfaat jangka panjang bagi keamanan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Malang.(Imam)