Mataram, BeritaTKP.com – Upaya pengungkapan kasus pemalsuan stiker akses VIP MotoGP Mandalika 2025 terus menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah sebelumnya menetapkan MSU sebagai pembuat stiker palsu, penyidik Satreskrim Polresta Mataram kini resmi menetapkan dua tersangka baru, yakni AR dan AM, yang diduga sebagai pemesan sekaligus pengendali pembuatan stiker palsu tersebut.

Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Mataram, Ipda Imamul Ahyar, membenarkan penetapan tersangka tambahan ini pada Selasa (18/11/2025).

“Benar, ada dua orang lagi yang kami tetapkan sebagai tersangka, yaitu AR dan AM, keduanya warga Kota Mataram,” ujar Ipda Ahyar.

Hasil pemeriksaan mendalam terhadap MSU mengungkapkan bahwa AR dan AM memesan serta mengarahkan pembuatan sedikitnya 100 stiker palsu yang menyerupai stiker akses kendaraan VIP resmi untuk ajang MotoGP Mandalika. Peran keduanya dinilai cukup besar dalam proses produksi stiker ilegal tersebut.

“Mereka yang memerintahkan pembuatan stiker-stiker itu,” tegasnya.

Sebelumnya, AR dan AM berstatus saksi. Namun berdasarkan rangkaian pemeriksaan dan ditemukannya konstruksi hukum yang kuat, status keduanya ditingkatkan menjadi tersangka. Meski demikian, penyidikan terus berlanjut untuk mendalami unsur pidana lain yang mungkin muncul.

Kasus ini terungkap setelah tim organizing committee IndonesiaGP 2025 (ITDC–MGPA) mendeteksi peredaran stiker VIP palsu pada sejumlah kendaraan penonton. Pemeriksaan lapangan menunjukkan perbedaan hologram, kualitas material, dan hasil cetak dibandingkan stiker resmi. ITDC–MGPA memperkirakan kerugian akibat pemalsuan ini mencapai Rp1 miliar.

MSU, yang ditangkap pada 7 Oktober 2025, mengaku membuat stiker palsu sejak tahun 2024 atas permintaan AR dan AM, dengan imbalan Rp50 ribu per lembar. Seluruh stiker produksi sebelumnya bahkan telah habis terjual.

Dengan total tiga tersangka, penyidik kini menelusuri kemungkinan aliran uang, pola distribusi stiker palsu, serta potensi meluasnya dampak kasus ini, mengingat akses VIP sangat berkaitan dengan sistem keamanan dan manajemen penonton pada event internasional tersebut. Penyidikan diperkirakan terus berkembang seiring penguatan bukti dan keterangan yang telah dikumpulkan.(æ/red)