Surabaya, BeritaTKP.Com – Satresnarkoba Polrestabes Surabaya mengamankan dua kurir sabu di sebuah kamar kos Jalan Ngagel Dadi II-B, Surabaya.Dua kurir beinisial IM ,38, dan RHR ,19,.

Polisi berhasil menyita 20 poket sabu seberat 1,03 kilogram, sebuah timbangan, dan bungkus teh cina. Tim Khusus Satresnarkoba Polrestabes Surabaya terpaksa menembak kaki kiri tersangka (IM) yang berusaha kabur saat diamankan. ”Saat kami tangkap, tersangka kabur dan mencoba melawan anggota. Maka, terpaksa kami berikan tindakan tegas mengarah di kakinya,” pungkas Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian, kemarin.
Katimsus Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Iptu Yudhi Triananta menambahkan, pihaknya menggerebek sebuah kos yang diinformasikan sebagai tempat persembunyian pengedar narkoba. Tempat kos tersebut terletak tak jauh dari Makam umum Ngagel di Jalan Bung Tomo, Surabaya.
Saat digerbek ada dua tersangka yang sedang membagi paket sabu menjadi kemasan lebih kecil. Bahkan, pelaku berinisial IM yang mengetahui kedatangan polisi untuk menangkapnya langsung kabur naik ke atap rumah. Polisi yang melepaskan tembakan peringatan tetap tidak digubris.
Petugas pun langsung melepaskan tembakan mengarah ke kaki kirinya. ”Ia sempat membahayakan anggota sehingga terpaksa kami lumpuhkan,” ungkap Memo.
Tersangka berinisial IM mengaku sudah lima bulan menjadi kurir sabu. Ia diminta seseorang berinisial Ak. Ia sudah delapan kali mengambil sabu dengan cara ranjau di kawasan Bungurasih, Waru, Sidoarjo. Ia tidak tahu berapa berat sabu yang diambil. ”Biasanya di Bungurasih. Saya hanya disuruh ambil,” pungkasnya.
Sekali ambil, ia mendapat upah bervariasi dari Rp 500 ribu, bahkan kadang bisa sampai Rp 1 juta. Ia juga mengaku kadang menggunakan sedikit sabu yang diambilnya itu. ”Saya belum tahu dapat upah berapa untuk sabu terakhir yang saya ambil ini,” jelasnya. SD/Red





