Purwakarta, BeritaTKP.com – Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sumarna (40), petugas keamanan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang ditemukan meninggal dunia di area danau dekat Tanggul Ubrug.

Sebelum ditemukan meninggal, korban diduga sempat menegur sekelompok orang yang hendak melakukan aksi vandalisme dengan mencoret-coret kawasan objek vital tersebut. Polisi saat ini masih mendalami apakah terdapat keterkaitan antara peristiwa tersebut dengan kematian korban.

Seorang warga bernama Warta mengatakan korban diketahui pernah melarang sekelompok orang melakukan aksi vandalisme di kawasan Waduk Jatiluhur.

“Kabarnya dia melarang orang yang mau curat-coret, ya wajar karena itu memang tugas dia menjaga area waduk. Aksi curat-coret malam Rabu, selang satu hari diduga kelompok itu datang lagi,” ujar Warta.

Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwanta, mengatakan penyidik telah mengamankan sejumlah barang milik korban serta memeriksa beberapa saksi untuk mengungkap penyebab kematian tersebut.

“Kami sudah mengamankan barang milik korban, seperti sepeda motor yang digunakan korban bekerja, HT, kalau HP belum. Kami juga sudah memeriksa beberapa saksi,” kata I Made.

Menurut polisi, penyelidikan masih berlangsung, termasuk mendalami kemungkinan adanya hubungan antara dugaan perselisihan terkait aksi vandalisme dengan peristiwa yang menimpa korban.

Hilang Kontak Saat Bertugas Malam

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sumarna sedang menjalankan tugas piket malam sebelum dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 03.00 WIB.

Rekan-rekan korban kemudian melakukan pencarian setelah tidak dapat menghubunginya.

Sekitar pukul 11.00 WIB, jasad korban ditemukan mengapung di tepi danau kawasan Waduk Jatiluhur.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam satpam lengkap dan kedua tangannya dalam kondisi terikat borgol.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Hingga kini, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian Sumarna. Aparat masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi, serta mendalami seluruh kemungkinan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak berspekulasi mengenai motif maupun pelaku sebelum proses hukum selesai.(æ/red)