Purwakarta, BeritaTKP.com — Aksi tawuran antar pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Purwakarta berhasil digagalkan oleh Polres Purwakarta. Dalam operasi yang berlangsung Minggu dini hari (5/10/2025) sekitar pukul 01.00 WIB, petugas mengamankan 28 pelajar beserta 20 unit sepeda motor yang diduga akan digunakan menuju lokasi bentrokan di Jalan Baru, Babakancikao.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Uyun Saepul Uyun menjelaskan, pengamanan dilakukan saat personel melaksanakan patroli rutin di wilayah hukum Polres Purwakarta.
“Alhamdulillah, sebelum terjadi bentrokan, kami berhasil mengamankan anak-anak ini sehingga tidak sampai menimbulkan keributan,” ujar AKP Uyun usai proses penyerahan para pelajar kepada orang tua masing-masing di Mapolres Purwakarta.
Menurutnya, rencana tawuran ini dipicu oleh tantangan antar kelompok pelajar dari dua sekolah yang disebarkan melalui media sosial. Aksi tersebut ternyata sudah direncanakan sejak Agustus 2025, namun baru disepakati untuk dilakukan pada awal Oktober 2025.
“Tidak ada motif lain, hanya sekadar menguji keberanian dan gengsi antarsekolah,” ungkap AKP Uyun.
Dalam pemeriksaan, polisi tidak menemukan senjata tajam atau barang berbahaya lainnya. Para pelajar hanya membawa sepeda motor sebagai sarana menuju lokasi.
Penanganan kasus ini dilakukan dengan pendekatan perlindungan anak, sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Setelah diamankan, para pelajar dipertemukan dengan orang tua, pihak sekolah, perangkat desa, dan cabang dinas pendidikan pada Minggu siang untuk dilakukan pembinaan bersama.
Polisi juga menekankan pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam mengawasi perilaku anak-anak, terutama di luar jam belajar.
“Anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa. Jangan sampai terjerumus ke dalam dunia kekerasan atau kriminalitas. Kami imbau para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya, terutama pada malam hari,” pungkas AKP Uyun.
Selain itu, Polres Purwakarta juga meminta pihak sekolah meningkatkan pengawasan dan kegiatan pembinaan karakter bagi siswa, sementara masyarakat diimbau ikut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan agar aksi tawuran tidak terulang kembali.(æ/red)





