Markas scamming Jepang-China dibongkar di Surabaya/Foto: Tangkapan layar

SURABAYA, BeritaTKP.com — Polrestabes Surabaya membongkar markas penipuan daring atau scamming jaringan internasional yang beroperasi di Kota Surabaya. Sindikat tersebut diduga menyasar korban warga negara asing asal China dan Jepang.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, menjelaskan bahwa jaringan penipuan daring ini tidak hanya beroperasi di Surabaya. Polisi juga menemukan dugaan jaringan serupa di sejumlah daerah lain, seperti Solo dan Bali.

Menurut Edy, para pelaku merupakan warga negara asing yang berasal dari China, Jepang, hingga Taiwan. Mereka diduga menjalankan aksi penipuan dari Indonesia dengan target korban yang berada di luar negeri.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan ruangan yang didesain menyerupai kantor kepolisian. Modus tersebut diduga dilakukan untuk meyakinkan korban bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan aparat kepolisian resmi dari negara asal korban.

Pelaku kemudian menghubungi korban di China maupun Jepang dan berpura-pura sebagai anggota kepolisian. Dengan cara tersebut, korban diduga dibuat percaya hingga akhirnya menjadi sasaran penipuan.

Polisi memastikan sejauh ini tidak ditemukan korban dari Indonesia. Meski demikian, tindak pidana tersebut dilakukan dari wilayah Indonesia, salah satunya di Surabaya.

Saat ini, polisi masih mendalami jaringan internasional tersebut, termasuk jumlah pelaku, peran masing-masing, serta keterkaitan dengan lokasi lain yang diduga menjadi bagian dari sindikat scamming lintas negara.(æ/red)