
Nias Selatan, BeritaTKP.com – Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) mengangkut tumpukan wadah makanan atau ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG) melewati tangga dengan kondisi jalan yang curam di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, viral di media sosial.
Video yang diunggah akun Instagram @snc.suaranusantara itu memicu perhatian publik setelah memperlihatkan para siswa membawa ompreng MBG menuju sekolah melalui akses yang menanjak dan cukup terjal.
Menanggapi video tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Sumatera Utara, Agung Kurniawan, membenarkan bahwa peristiwa itu terjadi di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Nias Selatan.
Berdasarkan hasil pendataan BGN, kejadian tersebut berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026.
Menindaklanjuti laporan yang beredar, BGN Sumatera Utara langsung memberikan teguran keras kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas distribusi makanan pada Selasa, 21 Juli 2026.
“Iya benar, video viral itu terjadi di Nias Selatan. SPPG yang bersangkutan sudah kami beri teguran. Anak-anak sekolah tidak boleh membawa ompreng, baik dari pinggir jalan sampai ke sekolah. Itu tidak boleh,” tegas Agung saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).
Distribusi MBG Sepenuhnya Tanggung Jawab SPPG
Agung menegaskan, mekanisme pendistribusian makanan dalam program MBG telah diatur melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas.
Menurutnya, seluruh proses pengiriman makanan hingga tiba di lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab relawan maupun petugas SPPG, bukan siswa.
Karena itu, pelibatan peserta didik untuk mengangkut ompreng makanan dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Pengiriman makanan sampai ke lingkungan sekolah merupakan tugas relawan atau petugas SPPG. Anak-anak tidak boleh dilibatkan untuk membawa ompreng,” tegasnya.
BGN Minta Maaf dan Jadikan Bahan Evaluasi
Atas kejadian tersebut, BGN Sumatera Utara menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan memastikan peristiwa itu menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar tidak terulang di kemudian hari.
SPPG yang bertugas telah dipanggil dan diberikan sanksi berupa teguran sehari setelah kejadian.
BGN juga memastikan distribusi makanan program MBG ke depan akan dilakukan sepenuhnya oleh petugas hingga makanan diterima di lingkungan sekolah, tanpa melibatkan para siswa.
Selain itu, BGN membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan kritik maupun masukan demi perbaikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang saat ini masih terus dikembangkan di berbagai daerah.
“Ini menjadi catatan bagi kami untuk melakukan perbaikan. Program MBG saat ini masih terus berjalan secara masif sehingga hal-hal teknis seperti ini juga harus menjadi perhatian. Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat dan publik,” tutup Agung.
Video viral tersebut kembali menjadi pengingat pentingnya pelaksanaan prosedur distribusi program MBG sesuai standar yang telah ditetapkan, agar tujuan pemenuhan gizi bagi siswa dapat berjalan dengan baik tanpa menambah beban bagi peserta didik.(æ/red)





