Manggarai, BeritaTKP.com – Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang di jalur Ruteng–Borong, tepatnya di wilayah Bealaing, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (9/3/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Lodovikus Odung, seorang Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Manggarai yang bertugas di Puskesmas Pagal.
Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban sedang dalam perjalanan dari Rama, Desa Sita, menuju wilayah Cibal untuk menjalankan tugasnya sebagai penyuluh KB.
Kejadian tragis itu terjadi sekitar pukul 06.00 WITA di Kampung Bealaing, Desa Bangka Pau, Kecamatan Lamba Leda Selatan. Saat korban melintas di jalur Borong–Ruteng, sebuah pohon tiba-tiba tumbang akibat cuaca ekstrem dan menimpa korban bersama sepeda motor yang dikendarainya.
Akibat peristiwa tersebut, Lodovikus Odung meninggal dunia di lokasi kejadian.
Usai kejadian, warga bersama aparat setempat segera melakukan evakuasi terhadap korban. Jenazah korban sempat dibawa ke Puskesmas Mano yang berada di Kelurahan Mando Sawu, Kecamatan Lamba Leda Selatan untuk penanganan awal.
Selanjutnya, sekitar pukul 10.30 WITA, jenazah korban kemudian diantar ke rumah duka di Desa Sita.
Respons Pemerintah Daerah
Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Lodovikus Odung yang menjadi korban pohon tumbang saat menjalankan tugas.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Manggarai dan seluruh masyarakat Manggarai, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta penghiburan,” ujar Bupati Herybertus.
Selain menyampaikan duka cita, ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, masyarakat yang melakukan perjalanan diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintasi jalur yang dipenuhi pepohonan yang berpotensi tumbang akibat angin kencang.
NTT Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem
Peristiwa ini terjadi di tengah kondisi cuaca buruk yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
BMKG menyebutkan bahwa wilayah NTT berstatus siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai angin kencang pada periode 9 hingga 12 Maret 2026.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, termasuk keberadaan beberapa bibit siklon tropis yang aktif di sekitar wilayah Indonesia, salah satunya Bibit Siklon Tropis 90S yang terdeteksi di Samudra Hindia bagian barat daya selatan Jawa Timur.
Sistem tersebut memicu terbentuknya daerah konvergensi yang meningkatkan potensi hujan di sejumlah wilayah, termasuk Manggarai dan sekitarnya.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang, tanah longsor, maupun banjir yang dapat terjadi sewaktu-waktu.(æ/red)





