Jakarta, BeritaTKP.com – Dua pengedar sabu jaringan China berhasil dibekuk Polda Metro Jaya. Kedua tesangka sempat mencoba untuk kabur pada, Selasa (4/1/2022) kemarin namun aksi kedua pelaku tidak berjalan mulus, lantaran pelaku berhasil diamankan kembali oleh pihak kepolisian.

Dalam proses penangkapan, tersangka berusaha melarikan diri dengan menggunakan mobil, kemudian menabrak 2 mobil dan 1 motor.

“Tadi kami melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku narkotika dengan barang bukti 4 kg narkoba jenis sabu-sabu yang dibungkus dalam kemasan teh China,” tutur Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mukti Juharsa.

Dia menambahkan bahwa sabu seberat 4 kg tersebut diduga berasal dari jaringan Internasional yang berasal dari China.

“Dugaan sementara, sabu 4kg tersebut berasal dari jaringan sindikat Tiongkok. Kasus ini masih dikembangkan lagi untuk membongkar siapa pemasok narkotika tersebut,” kata Mukti Juharsa.

Dia pun mengatakan pihaknya melakukan tindakan terukur, karena pelaku melarikan diri menggunakan mobil dengan kecepatan tinggi.

“Kenapa dilakukan tindakan terukur? karena pelaku mencoba melarikan diri dengan menggunakan mobil Honda Jazz dengan kecepatan tinggi,” ujar Mukti Juharsa.

Korban pertama yang ditabrak oleh tersangka adalah seorang ibu-ibu yang mengendarai sepeda motor.

“Pertama dia tabrak ibu-ibu, jatuh, dan sudah diamankan ke rumah sakit untuk ibunya, dibawa ke rumah sakit,” kata Mukti Juharsa.

Setelah itu, mereka kembali menabrak satu mobil pribadi dan satu mobil pick up.

“Kemudian menabrak mobil Jazz juga, dan menabrak mobil suzuki pick up,” ucap Mukti Juharsa.

Melihat aksi ‘barbar’ dari tersangka, Polisi akhirnya melakukan tindakan tegas dan terukur untuk mencegah kembali jatuhnya korban akibat ulah dari kedua tersangka.

“Nah untuk itu, makanya supaya jangan pada ulangi, ditembak oleh anggota dengan tindakan tegas dan terukur,” tutur Mukti Juharsa.

Akan tetapi, pada saat dibawa ke rumah sakit, salah satu dari tersangka meninggal dunia setelah ditembak Polisi.

“Sampai TKP, rupanya di perjalanan menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara, satu orang meninggal dunia, namun satu orang mengalami luka tembak,” ujar Mukti Juharsa. (RED)