Surabaya, BeritaTKP.com – Muhammad Iqbal Firdaus (19), warga asal Jalan Dukuh Kupang Barat VII, ditemukan teman-temannya dalam keadaan tidak bernyawa di dekat RS Bhayangkara Polda Jatim yang ada di Jalan Ahmad Yani 116, pada Minggu (2/4/2023) kemarin pagi.
Ada dugaan bahwa pemuda tersebut jadi korban kecelakaan tunggal atau korban begal. Hanya yang pasti, motor Honda PCX dan HP merek Iphone milik korban hilang. Kasus ini, hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Sementara itu, ketua RT 01/RW 04, Dukuh Kupang Barat VII, Nurhaji mengatakan, pihaknya mendapatkan kabar bahwa korban mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Ahmad Yani 116.
Nurhaji menjelaskan, Iqbal keluar sendirian untuk temu janji berkumpul di warung kopi di Sidoarjo sekitar pukul 23.00 WIB, setelah itu pulang ke Surabaya sekitar pukul 01.30 WIB.

Dalam perjalanan pulang, korban pulang bersama dengan teman-temannya. Jumlah mereka kurang lebih ada 5 orang, ada yang di belakang dan ada yang di depan. “Kebetulan korban di depan agar lebih cepat sampai rumah,” kata Nurhaji.
Sesampainya di depan RS Bhayangkara Polda Jatim, robongan teman-temannya mengetahui Iqbal dalam keadaan tergeletak. “Teman-temannya mengenal dari pakaian yang dikenakan Iqbal,” beber Nurhaji.
Mengetahui kejadian itu, teman-temannya berhenti untuk menepikan tubuh Iqbal ke pinggir jalan. Tak lama kemudian, petugas polisi dari Polda Jatim yang kebetulan piket datang mengecek. “Polisi sempat bertanya ke teman-temannya kronologisnya, tapi dijawab tidak tahu karena posisi rombongan di belakang, duluan Iqbal yang di depan,” jelas Nurhaji.
Akhirnya meminta bantuan command center 112. Tak lama kemudian datang petugas dari dishub, damkar, dan BPBD Surabaya untuk memberikan pertolongan pertama kepada Iqbal. “Detak jantungnya masih ada tapi lemah. Sambil menunggu ambulans, kemudian dicek lagi sudah meninggal dan akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara,” ujarnya.
Nurhaji mengungkap, menurut hasil pemeriksaan medis, korban menderita luka di kening sebelah kanan, mulut pecah keluar darah, bahu kana patah dan kaki lecet. Sementara motor korban, Honda PCX dan HP Iphone, menurut pengakuan teman-temannya, tidak ada di tempat. Berdasarkan informasi yang ada, dompet korban ditaruh di jok, sedangkan HP ditaruh di jok depan.
Nurhaji mengaku, tidak tahu siapa yang mengatakan korban begal karena tidak ada tahu dan kronologisnya tidak ada yang tahu termasuk keluarga dan teman-temannya. “Semua temannya tidak tahu motornya karena fokus menolong korban. Jadi kronologisnya tidak ada yang tahu karena kondisi jalan sepi,” tuturnya.
“Tidak ada yang mengatakan korban dibegal. Helm dan sandal ada, hanya motor dan HP di jok semuanya, ada temannya yang melihat korban memasukkan ke jok,” tandasnya.
Kata Nurhaji, orangtuanya melapor motor hilang tidak tahu, maka dari itu akhirnya keluarga mewakilkan kepadanya untuk urusan kejadian Iqbal ini. “Apakah korban dibegal atau kecelakaan keluarga tidak mau ngurusi, makanya diwakilkan satu pintu kepada kami,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Gayungan Kompol Suhartono saat dikonfirmasi kejadian ini membenarkan. Saat ini kasusnya ditangani Unitlaka Satlantas Polrestabes Surabaya. “Ditangani unitlaka tadi pagi ke TKP, kami hanya mendampingi,” kata Suhartono.
Sedangkan Kanitlaka Satlantas Polrestabes Surabaya Iptu Suryadi mengatakan, kasusnya masih dalam penyelidikan. “Karena kasus ini masih belum diketahui apakah kecelakaan atau begal, kami masih menyelidikinya,” kata Suryadi. (Din/RED)





