Kucing yang viral di Jalan Tunjungan Surabaya 

SURABAYA, BeritaTKP.com – Kucing berkostum yang terlihat tidur santai di tengah keramaian kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya, menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.

Banyak warganet mempertanyakan kondisi kucing tersebut. Sejumlah dugaan muncul, mulai dari kemungkinan kucing diberi obat tidur hingga tudingan adanya eksploitasi karena pemilik menerima donasi dari pengunjung.

Pemilik kucing, Bimo, membantah tudingan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kucing-kucing yang dibawanya memang memiliki karakter tenang dan sudah terbiasa berada di dekat dirinya.

“Kalau lagi males, males. Dia di manapun kondisinya, apapun, seramai apapun dia akan tidur,” ujar Bimo.

Bantah Kucing Diberi Obat Tidur

Bimo mengatakan kondisi kucing yang terlihat santai di tempat ramai bukan karena diberikan obat tertentu, melainkan karena kucing tersebut sudah merasa aman dengan pemiliknya.

Menurutnya, hubungan antara pemilik dan hewan peliharaan dapat membuat kucing lebih nyaman meskipun berada di lingkungan yang ramai.

“Kalau kucing udah percaya sama owner-nya, dia itu merasa aman,” katanya.

Ia meminta masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan hanya berdasarkan video yang beredar karena setiap kucing memiliki karakter yang berbeda.

Tanggapan soal Donasi Pengunjung

Selain isu mengenai kondisi kucing, Bimo juga membantah anggapan bahwa membawa kucing ke Jalan Tunjungan dilakukan semata-mata untuk mencari keuntungan dari donasi.

Ia menjelaskan bahwa donasi yang diberikan pengunjung bersifat sukarela dan digunakan untuk kebutuhan kucing, seperti:

  • Makanan.
  • Vitamin.
  • Perawatan kesehatan.
  • Biaya dokter.

“Pokoknya uang ini tuh uangnya mereka. Kembalikan ke pakannya, bulanannya mereka, vitaminnya mereka, dokternya mereka,” ujar Bimo.

Ia mengatakan sebagian pengunjung memberikan donasi ketika ingin berfoto atau berinteraksi dengan kucing. Namun, nominalnya tidak ditentukan dan diberikan sesuai keikhlasan.

Rawat 19 Kucing di Rumah

Bimo mengungkapkan bahwa saat ini ia merawat sekitar 19 ekor kucing di rumah. Sebagian merupakan kucing hasil adopsi dan sebagian lainnya berasal dari perkembangbiakan kucing yang sudah dipeliharanya.

Tidak semua kucing dibawa ke lokasi keramaian. Biasanya hanya sekitar enam hingga tujuh kucing yang dibawa secara bergantian, dengan dua kucing yang selalu menemaninya.

Menurut Bimo, setiap kucing memiliki karakter berbeda.

“Setiap kucing itu beda-beda. Beda ras, beda tipe, beda kelamin, beda apapun. Beda semua. Nggak ada yang sama,” ujarnya.

Jadikan Sarana Edukasi Pecinta Hewan

Bimo menyebut aktivitas membawa kucing ke tempat umum juga menjadi kesempatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perawatan hewan.

Ia sering berbagi informasi mengenai cara merawat kucing, makanan yang sesuai, serta pentingnya membangun hubungan dekat dengan hewan peliharaan.

Bimo meminta masyarakat yang ingin mengetahui kondisi kucingnya agar bertanya langsung dan tidak hanya membuat kesimpulan berdasarkan asumsi.

“Kalau nggak tahu, tanya. Jangan berdasarkan asumsi sendiri,” katanya.(æ/red)