Tuban, BeritaTKP.com – Aksi pembegalan terhadap seorang pemuda di Kota Tuban, Jawa Timur, berakhir dramatis. Satu pelaku tewas akibat kecelakaan lalu lintas saat melarikan diri, sementara dua rekannya berhasil ditangkap polisi saat berpura-pura mangkal dan mengamen.
Pelaku yang meninggal dunia berinisial AD (25), warga Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Dua pelaku lainnya, ATN (22) warga Lamongan dan RG (27) asal Kota Semarang, kini telah diamankan dan ditahan di Mapolres Tuban.
Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto, menjelaskan peristiwa itu bermula saat korban berinisial YG (19), warga Tuban, sedang duduk di pinggir jalan pada malam hari. Tiga pria tak dikenal menghampiri korban dengan modus menanyakan alamat rumah.
“Modus tersebut menjadi awal aksi kekerasan,” ujar Siswanto, Kamis (19/2/2026).
Saat korban lengah, ketiga pelaku langsung melakukan pemukulan secara bersama-sama hingga korban tak berdaya. Dalam kondisi panik, korban melarikan diri dan meninggalkan sepeda motor Honda bernomor polisi S 5918 IW.
Kesempatan itu dimanfaatkan pelaku AD untuk membawa kabur motor korban, sementara dua pelaku lainnya berpencar guna menghindari kejaran.
Namun pelarian AD berakhir tragis. Saat melintas di Jalan Nangka, Kelurahan Perbon, Kecamatan Kota, Tuban, ia mengalami kecelakaan tunggal. Benturan keras di bagian kepala membuatnya meninggal dunia di lokasi.
“Barang bukti sepeda motor milik korban dalam keadaan rusak akibat kecelakaan,” tambah Siswanto.
Sementara itu, dua pelaku lainnya sempat berupaya mengelabui petugas dengan menyamar sebagai pengamen jalanan. ATN ditangkap saat mangkal di persimpangan lampu merah Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak. Sedangkan RG diringkus di depan Pos Polisi Mondokan, Kecamatan Kota Tuban.
“Keduanya berpura-pura menjadi pengamen untuk menghindari kecurigaan,” jelasnya.
Kini, ATN dan RG harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menjalani proses hukum di Mapolres Tuban.(æ/red)





