Tulang Bawang, BeritaTKP.com – Penggunaan aplikasi kencan daring kembali memakan korban. Seorang pria di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, menjadi korban pemerasan setelah mencoba memesan teman kencan melalui aplikasi MiChat. Alih-alih mendapatkan teman kencan, korban justru digerebek dan dipaksa menyerahkan uang jutaan rupiah.

Kronologi Penggerebekan Palsu

Kejadian bermula pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Korban sepakat untuk bertemu dengan seorang perempuan yang dikenal melalui aplikasi MiChat bernama “Tata”. Korban kemudian diarahkan menuju sebuah rumah kos di Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung.

Namun, hanya berselang 30 detik setelah korban masuk ke dalam kamar, suasana berubah mencekam. Empat orang pria tiba-tiba mendobrak pintu kamar dan memergoki korban bersama perempuan tersebut.

Modus Uang Damai

Para pelaku melancarkan aksinya dengan menuduh korban telah berbuat mesum. Mereka kemudian memberikan tekanan mental kepada korban dengan dua pilihan: menikahi perempuan tersebut atau membayar “uang damai”.

Kasatreskrim Polres Tulang Bawang, AKP Apfryyadi Pratama, mengungkapkan bahwa pelaku awalnya memeras dengan modus dalih pembangunan lingkungan. “Awalnya korban diminta membeli 50 sak semen dan 10 kaleng cat dengan total nilai Rp4.775.000 sebagai dalih uang damai. Karena mengaku tidak mampu, korban bernegosiasi hingga nominal tersebut turun menjadi Rp2,5 juta,” jelas Apfryyadi, Senin (6/7/2026).

Tidak berhenti di sana, pelaku bahkan memaksa korban membuka aplikasi perbankan digital di ponselnya. Mereka kemudian menguras saldo GoPay dan SeaBank milik korban melalui transaksi QRIS hingga total kerugian mencapai Rp 3.588.000.

Tindakan Kepolisian

Setelah berhasil melepaskan diri, korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banjar Agung. Berdasarkan laporan tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua orang pelaku.

Saat ini, kedua pelaku ditahan atas dugaan tindak pidana pemerasan dan ancaman kekerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 482 KUHP. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memburu dua orang pelaku lainnya yang diduga turut terlibat dalam sindikat pemerasan tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan aplikasi kencan daring dan menghindari pertemuan dengan orang yang tidak dikenal guna mencegah risiko terjebak dalam modus kejahatan serupa.(æ/red)