Indramayu, BeritaTKP.com – Suasana mencekam menyelimuti warga Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, setelah terbongkarnya pembunuhan sadis satu keluarga di Jalan Siliwangi. Lima jasad ditemukan terkubur di halaman rumah korban, Senin (1/9/2025).

Keluarga Budi Awaludin (45) menjadi korban. Ia tewas bersama istrinya Euis Juwita (43), dua anaknya RK (7) dan bayi B (8 bulan), serta ayahnya Sahroni (76). Seluruh korban dikuburkan dalam satu liang besar di bawah pohon nangka.

Kepolisian menetapkan dua pelaku, yakni R (35) dan P (29), warga Desa Terusan, Sindang. R disebut sebagai otak pembunuhan karena dendam pada Budi.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengungkapkan, dendam itu berawal dari mobil sewaan yang mogok. “Uang Rp750 ribu yang sudah diserahkan diminta kembali, tapi ditolak korban. Dari situlah muncul niat menghabisi korban,” jelasnya.

Pada Kamis (28/8/2025) malam, R mengajak P beraksi. Sekitar pukul 23.00 WIB, mereka masuk ke rumah korban membawa pipa besi. Budi dipukul berkali-kali hingga tewas, sementara P menenggelamkan bayi korban ke bak mandi.

Setelah memastikan seluruh korban tak bernyawa, kedua pelaku menggali lubang besar di halaman belakang rumah. Mereka kemudian menyeret jasad satu per satu, lalu menutupinya dengan tanah.

Yang membuat geger, pelaku sempat mengepel darah di lantai rumah agar jejak hilang. Tak hanya itu, mereka membawa kabur dua mobil, uang, serta perhiasan keluarga korban.

Kapolres Indramayu AKBP Fajar Gemilang menuturkan, pelaku sempat melarikan diri ke Surabaya. “R merupakan residivis. Mereka kami amankan ketika hendak kabur menjadi anak buah kapal,” ucapnya.

Warga sekitar, Ema (55), kerabat korban, masih syok. Ia mengaku mencium bau busuk dari rumah korban. 

“Saat dicek, terlihat kaki manusia muncul dari tanah. Kami semua langsung panik,” katanya dengan suara bergetar.(æ/red)