Sidoarjo, BeritaTKP.com – Aksi demo yang dilakukan oleh puluhan pedangan yang memiliki bangunan liar di sepanjang Jalan Raya Pepelegi, Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo karena menuai protes keras dari warga pemilik lapak yang akan dibongkar oleh petugas pada Senin (14/4).
Pembongkaran ini akan dilakukan oleh petugas Satpol PP Sidoarjo, yang sebelumnya telah memberikan surat pemberitahuan. Namun, para pedagang merasa tidak pernah diajak mediasi atau diberikan solusi yang manusiawi hingga akhirnya para pedagang melakukan aksi demo.
“Kami melakukan demo untuk mencari keadilan, kami tidak menolak kalau memang harus dibongkar, tapi harus ada mediasi dulu. Ini kan mata pencaharian kami, satu-satunya penghasilan untuk menghidupi keluarga, setidaknya berikan kami tempat untuk gantinya,” ujar Rudi (40), salah sat pedagang warga Pepelegi.
Menurut informasi yang didapat yakni pembongkaran lapak-lapak para pedagang tersebut tidak jadi dilakukan hari ini karena masih menunggu waktu yang tepat. Namun, menurut keterangan dari beberapa informasi sebab bangunan liar para pedangan dibongkar karena di bawah bangunan liar tersebut akan dilakukan normalisasi sungai.
Warga berharap ada pengayoman dan perlindungan dari pemerintah. Mereka meminta tempat relokasi yang layak atau bentuk ganti rugi atas lapak yang dibongkar.
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menyebut, pihaknya akan membantu mencarikan solusi, dengan cara merelokasi lapak-lapak ini, karena mereka juga warga Sidoarjo yang membutuhkan kehidupan yang layak, dan perlu membiayai kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak.
Akibat dari demo yang dilakukan para pedagang lapak di Jalan Raya Pepelegi, banyak pengendara yang menjadi terganggu akhirnya memperlambat laju kendaraan. Sehingga, arus lalu lintas dari Jalan Raya Gedangan ke arah Surabaya mengalami kemacetan parah, sejak dari perempatan Gedangan. (sy/red)





