Gresik, BeritaTKP.Com  – Peristiwa yang menimpa kematian Erni Kristiana (36), warga Dusun/Desa Bringkang RT 04 RW 02, Kecamatan Menganti masih menjadi tanda tanya. Keluarga menduga korban tewas di bunuh. Bahkan, mereka mencurigai pelakunya masih di sekitar lingkungan dekat  korban. Apalagi sepeninggal suaminya, korban kerap diketahui akrap dengan banyak laki-laki.

Seperti yang di jelaskan Sriati (44), kakak ipar korban. Dirinya menyakini korban dibunuh oleh orang terdekatnya. Motifnya asmara. Sebab beberapa kali korban curhat ada sosok laki-laki yang saat ini sedang dekat dengannya. Namun Sriati sendiri mengaku tidak pernah ketemu dengan pria asing yang dimaksud.

“Dulu pernah cerita dekat dengan orang ini, tapi dia juga chatingan di media sosial dengan banyak laki-laki,” tandasnya.

Rumah korban digaris police line.

Dengan adanya Sriati menjelaskan dugaan semakin menguat jika iparnya merupakan korban pembunuhan saat telepon gengamnya hilang setelah kejadian. Sriati sempat mengakses facebook korban, tapi sayang paswordnya sudah dirubah oleh orang yang diduga pelaku tersebut.

” Saat emailnya korban akan kita dicek ternyata tidak bisa diakses. Facebooknya juga sudah berganti. Foto profil dan foto-foto di facebook sudah diganti foto gambar hewan burung, naga seperti itu,” terangnya.

Sriati mengungkapkan, tewasnya suadara iparnya itu diyakini bermotif asmara. Sebab setelah kejadian tersebut tidak ada barang yang hilang kecuali telepon seluler. Bahkan motor korban pun masih ada, kini sudah diamankan oleh keluarga.

“Motor beat nya kami amankan. Semua barang masih utuh. Baik emas maupun perhiasan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT 4 Desa Bringkang, Menganti Suwaib (55),  menjelaskan, ikut mengevakuasi jasad yang terjadi tewasnya janda anak satu itu melihat korban dalam posisi tengkurap bersimbah darah.

“Kamarnya tertutup rapat, tapi kipasnya menyala. Saya dobrak pakai linggis pintu kamarnya,” paparnya.

Korban yang tengkurap sudah tidak bernyawa. Pakaian yang dikenakan korban tersingkap sebagaian badan. Sedangkan di lantai tempat korban tengkurap sudah dipenuhi dengan bercak darah.

“Itu darahnya sudah berubah warna. Merah dan hitam.,” tandasnya. (Red)