PASURUAN, BeritaTKP.com – Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Pandaan-Malang KM 72-72 arah Surabaya pada Rabu (15/7/2026) malam. Sebuah mobil Honda CR-V bernomor polisi L 1720 CAY menabrak bagian belakang truk Mitsubishi Fuso yang sedang berhenti di bahu jalan, menyebabkan lima orang penumpang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka berat.
Identitas Korban Panit PJR Jatim 4, Ipda Firman, mengungkapkan bahwa para korban merupakan satu rombongan keluarga asal Sukodono, Surabaya, yang baru saja selesai berlibur dari Kota Batu.
Empat korban meninggal di lokasi kejadian adalah pengemudi bernama Ishaq (37), serta tiga penumpang yakni Muffarroha (27), Hindun (39), dan Hanifah (38). Satu korban lainnya, seorang balita bernama Wahyuni Putri Permata (2), sempat mendapatkan perawatan intensif di RS Sehat Medika Pandaan namun akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Sementara itu, empat penumpang lainnya yakni Qoriatul Jannah (8), Umrotul Hasanah (19), Wahyuni Putri Cahaya (2), dan Zahra (12) saat ini masih menjalani perawatan medis akibat luka berat yang diderita.
Kronologi Kejadian Kecelakaan diduga dipicu oleh kondisi pengemudi yang mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat berkendara. Mobil yang melaju dari arah Malang menuju Surabaya tersebut tiba-tiba oleng ke kiri dan menghantam guardrail (pembatas jalan) sebelum akhirnya terpental dan menabrak bagian belakang truk Fuso yang sedang parkir di bahu jalan.
“Kecelakaan diduga dipicu pengemudi Honda CR-V mengalami micro sleep atau tertidur sesaat saat mengemudi,” jelas Firman, Kamis (16/7/2026).
Saat kejadian, rombongan mobil korban diketahui sedang melakukan perjalanan iring-iringan dengan dua kendaraan lainnya. Para pengemudi dari mobil di belakangnya serta beberapa pengguna jalan lain segera berhenti untuk memberikan pertolongan dan membawa para korban ke rumah sakit.
Saat ini, pihak kepolisian telah mengevakuasi seluruh korban ke sejumlah fasilitas kesehatan, yakni RS Bhayangkara Porong, RS Mitra Sehat Medika Pandaan, dan RSUD Bangil untuk penanganan lebih lanjut. Kasus ini kini dalam penanganan pihak berwajib untuk pemeriksaan lebih mendalam.(æ/red)





