ilustrasi

Bombana, BeritaTKP.com – SA remaja 19 tahun yang masih duduk dibangku SMA harus menanggung trauma berat usai diperkosa secara berulang kali oleh MU yang berprofesi sebagai dukun.

Atas perbuatan bejat dukun cabul itu SA kini tengah mengandung lima bulan. SA berobat ambeien dengan MA atas rekomendasi orang tuanya.

Dilansir dari detikSulsel Rabu (1/11/2023), peristiwa itu terjadi di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sulteng).

“Iya (persetubuhan) masuk juga dalam tindak pidana pemerkosaan. Hasil pemeriksaan dokter, korban hamil 5 bulan atau 20 minggu,” kata Kapolsek Kabaena AKP La Ajima ketika dikonfirmasi.

Peristiwa pemerkosaan itu pertama kali terjadi pada Mei 2023 lalu. Korban memiliki riwayat sakit ambeien dari hasil pemeriksaan medis.

“Korban memang dia sakit sudah lama sakitnya, secara medis sakitnya adalah ambeien,” tuturnya.

Orang tua SA berinisiatif mencarikan dukun atau tukang urut. Orang tua korban kemudian memanggil pelaku untuk mengobati anaknya.

“Pelaku ini dipanggil oleh bapaknya untuk mengobati korban yang sedang sakit,” ujar La Ajima.

Momen itulah yang dimanfaatkan pelaku memperkosa korban. Saat memijit, pelaku mengancam korban jika menolak menuruti hawa nafsunya.

“Memang disampaikan si dukun, kalau mau tuntas pengobatannya harus lebih dari tiga kali (persetubuhannya). Kalau tidak kamu gila dan bahkan akan gila satu rumah dan korban takut, lalu ikut saja,” imbuhnya.

La Jima melanjutkan aksi pelaku terungkap saat korban mengadu kepada keluarganya karena tak kunjung haid. Keluarga korban melaporkan perbuatan pelaku ke polisi pada Sabtu (28/9).

“Korban menyampaikan kepada keluarganya (tindakan pelaku). Keluarga lalu lapor polisi,” katanya.

Polisi yang melakukan penyelidikan pun menangkap dan membawa pelaku ke kantor polisi. Penangkapan itu guna mencegah tindakan aksi main hakim sendiri yang dilakukan oleh keluarga korban.

“Tersangkanya kita jemput, takutnya nanti keluarga korban ada yang melakukan hal yang tidak-tidak pada pelaku dan sudah kita tetapkan tersangka dan kita tahan,” ungkapnya. (æ/RED)