Surabaya, BeritaTKP.com – Polisi berhasil tangkap pelaku pembobolan minimarket yang ada di Jalan Bibis Karah 101. Pelaku adalah Dirgantoro Waskito (24), warga Sidonipah yang tak lain merupakan mantan karyawan minimarket itu sendiri.

Digantoro berhasil mencuri 10 slop rokok dan pampers dari dalam minimarket tersebut. Hasil curiannya tersebut ia jual kembali kepada sales di luar. Akibat ulahnya, ia kini mendekam di rumah tahanan Mapolsek Jambangan setelah ditangkap oleh unit reskrim.

Perbuatannya terungkap setelah polisi mempelajari CCTV kasus pembobolan minimarket dilakukan tersangka Dirgantoro pada Sabtu (11/3/2023) sekitar pukul 23.30. “Dia tak dapat mengelak. Sudah dua kali,” ujarnya.

“Barang bukti yang disita terdapat seragam kerja tersangka, jaket hoodie, motor Honda Vario sarana, sebuah HP, uang Rp 1,05 juta dan rekaman CCTV,” kata Kapolsek Jambangan Kompol Budi Waluyo, Rabu (5/4/2023) kemarin.

Kronologinya, pelaku datang ke minimarket usai minimarket tutup. Dia kemudian masuk menggunakan kunci duplikat rolling door dan kunci tabung toko miliknya.

Tiba di dalam minimarket, alarm tanda keamanan minimarket sempat berbunyi. Tak banyak lama, tersangka kemudian mematikan alarm tersebut. Sejurus kemudian mencuri rokok dan pampers. Usai beraksi tersangka keluar dan mengunci kembali pintu minimarket kemudian ia pergi kabur.

Kasus pencurian tersebut baru diketahui oleh pihak minimarket keesokan harinya dan langsung dilaporkan ke Polsek Jambangan.

Kapolsek Jambangan Kompol Budi Waluyo mengungkapkan, setelah dilakukan pemeriksaan saksi dan CCTV pelaku teridentifikasi. “Tersangka DW karyawan minimarket sendiri. Dia masuk setelah toko tutup,” ujar Budi.

Supaya penyamarannya tidak diketahui, tersangka memakai hoodie dengan penutup kepala. Dia juga berpura-pura seolah tidak bersalah. Budi menyampaikan, tersangka baru berhasil ditangkap di tempat kerjanya usai enam hari setelah pencurian terjadi.

Kepada petugas, tersangka mengaku nekat mencuri 10 slop rokok dan pampers yang dijual di minimarket karena kepepet. Hasil curian tersebut dijual kembali ke sales di luar. “Nyuri karena kepepet, saya khilaf. Hasil buat kebutuhan sehari-hari,” sesalnya. (Din/RED)