MEDAN, BeritaTKP.com – Satreskrim Polrestabes Medan berhasil membongkar komplotan spesialis ganjal ATM yang meresahkan warga. Para pelaku disebut sengaja mengincar lansia dan pensiunan sebagai target utama karena dinilai lebih mudah diperdaya saat bertransaksi di mesin ATM.

Dua pelaku yang berhasil diamankan polisi adalah Muammar berusia 40 tahun dan Ilham Syahputra berusia 34 tahun. Keduanya diketahui merupakan residivis dan disebut saling mengenal saat sama-sama berada di dalam penjara.

Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu M Hafizullah, menjelaskan bahwa komplotan ini menggunakan modus ganjal ATM dengan cara memasukkan tusuk gigi ke slot mesin ATM.

Setelah slot ATM terganjal, korban biasanya akan kesulitan memasukkan kartu. Pada saat itulah pelaku datang dan berpura-pura membantu korban.

Saat berpura-pura menolong, pelaku diduga mengintip PIN yang ditekan korban. Tanpa disadari, kartu ATM asli milik korban kemudian ditukar dengan kartu palsu yang sudah disiapkan sebelumnya.

Setelah berhasil membawa kartu ATM asli korban, pelaku langsung pergi ke mesin ATM lain untuk menguras isi tabungan korban.

Polisi mengungkap, para pelaku sengaja menyasar lansia dan pensiunan karena korban dianggap kurang memahami modus kejahatan di mesin ATM. Akibatnya, sejumlah korban kehilangan uang dalam jumlah besar.

Kerugian korban disebut bervariasi. Ada korban yang mengalami kerugian puluhan juta rupiah, bahkan ada yang mencapai lebih dari Rp200 juta. Salah satu korban yang sudah melapor secara resmi diketahui merupakan seorang pensiunan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, uang hasil kejahatan tersebut diduga digunakan para pelaku untuk berjudi online, membeli narkoba, dan membiayai gaya hidup tidak benar.

Polisi menyebut Muammar merupakan residivis kasus ganjal ATM, sementara Ilham merupakan residivis kasus narkoba. Setelah keluar dari penjara, keduanya justru kembali melakukan aksi kriminal.

Kini, kedua pelaku harus kembali berurusan dengan hukum dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain maupun jaringan yang terlibat dalam aksi tersebut.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, terutama lansia dan pensiunan, agar lebih waspada saat bertransaksi di mesin ATM. Warga diminta tidak mudah menerima bantuan dari orang asing, menutup tangan saat memasukkan PIN, dan segera membatalkan transaksi jika mesin ATM terlihat mencurigakan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa modus kejahatan lama seperti ganjal ATM masih terus digunakan. Karena itu, kewaspadaan saat bertransaksi tetap penting agar tabungan tidak raib dalam hitungan menit.(æ/red)