Jombang, BeritaTKP – Dr Nanik Purbawati dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Puskesmas Bandar Kedungmulyo, Jombang. Kinerjanya sempat diprotes para kepala desa hingga berujung penggembokan pintu gerbang puskesmas.

Posisi dr Nanik hari ini resmi digantikan dr Ira Yulia Dianti. Itu setelah Bupati Jombang Mundjidah Wahab melantik dr Ira sebagai Kepala Puskesmas Bandar Kedungmulyo.

“(Dr Nanik) Memang sudah lama, sudah waktunya juga. Kami semua pelayan masyarakat. Jadi, harus bisa melayani masyarakat dengan baik. Kalau ada yang kurang cocok manusiawi,” kata Mundjidah kepada wartawan di Pendapa Kabupaten Jombang, Jumat (13/8/2021).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan Jombang Senen menjelaskan dr Ira dipilih menjadi Kepala Puskesmas Bandar Kedungmulyo karena dinilai lebih berpengalaman. Karena menurut dia, dr Ira pernah bertugas sebagai dokter di puskesmas tersebut sehingga dinilai mampu memahami karakter masyarakat setempat.

“Bu Nanik masih di sana (Puskesmas Bandar Kedungmulyo), nanti dijadikan dokter fungsional sehingga tidak merangkap kepala puskesmas. Akan dipindah, cuma nanti tunggu,” terangnya.

Penggembokan pintu gerbang Puskesmas Bandar Kedungmulyo dilakukan Kades Bandar Kedungmulyo Zainal Arifin pada Selasa (3/8) sekitar pukul 09.00 WIB. Ia mewakili para kades yang kecewa dengan kinerja Kapus tersebut, dr Nanik Purbawati.

Dr Nanik dinilai kurang bisa diajak bekerjasama menangani pandemi COVID-19. Sehingga ia menuntut Pemkab Jombang segera mengganti dr Nanik. Kapus yang baru diharapkan mampu bersinergi dengan tiga pilar desa dalam menangani pandemi Corona. Selain itu, para kades juga menuntut optimalisasi pelayanan di Puskesmas Bandar Kedungmulyo.

Zainal melakukan penggembokan karena kesal dengan kinerja kepala puskesmas (kapus) dr Nanik Purbawati dalam menangani pandemi COVID-19. Zainal mengaku penggembokan ini ia lakukan mewakili aspirasi seluruh kepala desa di Kecamatan Bandar Kedungmulyo yang juga menilai dr Nanik kurang kooperatif dalam menangani pandemi Corona.

“Kepala puskesmas ini kurang kooperatif, kurang bisa diajak bekerjasama. Akhirnya saya memberanikan diri mewakili rekan-rekan kepala desa, saya segel supaya Pemkab dan Dinas Kesehatan mengerti apa yang kami inginkan,” kata Zainal.

Zainal menyebut salah satu contoh permasalahan yang membuat dr Nanik dinilai kurang bisa diajak bekerjasama adalah Kepala Puskesmas Bandar Kedungmulyotersebut enggan mengecek kondisi warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Tidak hanya itu, lanjut Zainal, Puskesmas Bandar Kedungmulyo juga enggan merawat inap pasien non-Corona. Menurut dia, semua warga yang berobat ke puskesmas ini selalu dirujuk ke rumah sakit.

“Sedikit-sedikit pasien dirujuk. Itu (lahan Puskesmas Bandar Kedungmulyo) tanah kas desa, bukan tanah Pemkab lo.

Saya mau hibahkan tanah ini ke Dinkes, karena jauh dari Jombang, dijadikan puskesmas besar yang bisa rawat inap. Minimal bukan pasien Corona tolonglah dirawat di sini. Harapan saya masyarakat ini cepat tertolong. Bukan nunggu SOP terus.

Kalau nunggu SOP terus masyarakat habis,” terangnya. Insiden ini membuat Sekda Jombang Akhmad Jazuli harus turun gunung. Ia membuka pintu gerbang puskesmas hari itu juga sekitar pukul 13.00 WIB. Itu setelah ia berunding dengan para kades se-Kecamatan Bandar Kedungmulyo. (Dlg)