JAKARTA, BeritaTKP.com – Jelang proses rekonstruksi yang akan digelar di TKP pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J yang terletak di rumah dinas dan rumah pribadi milik eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Selasa (30/8/22) pukul 10.00 WIB.

Meski bersifat terbuka, namun awak media tak bisa mendekat secara langsung ke depan rumah Sambo. Mereka dilarang mendekat ke depan rumah dan hanya diberi jarak 100 meter dari pintu depan rumah.
Sejumlah polisi mengenakan seragam lengkap berjaga dan memasang police line agar yang tak berkepentingan tak mendekat ke lokasi.
Adapun beberapa tim Indonesia Automatic Fingerprint System (Inafis) juga sudah hadir mengenakan pakaian berwarna putih dan oranye biru.
Sejumlah mobil polisi warna hitam dan oranye tampak terparkir rapi di samping jalan perumahan. Bahkan, senjata laras panjang juga terpampang di pangkuan tangan tiap personel Brimob berseragam loreng.
Adapula satu mobil taktis beserta mobil Inafis tengah terparkir rapih di persimpangan kiri jalan kawasan rumah Ferdy Sambo. Anggota Brimob terlihat lalu lalang keluar masuk garis polisi yang tengah terbentang.
Awak media juga terlihat menunggu detik-detik pergerakan yang nantinya terjadi di kawasan rumah Ferdy Sambo.
Di sisi lain, warga sekitar juga turut memantau adanya kerumunan wartawan dan Brimob dari kejauhan.
Hingga kini, suasana di kawasan rumah Ferdy Sambo masih terpantau kondusif. Bahkan, jalanan sepi karena mayoritas warga tengah beraktivitas di luar rumah.
Warga yang ingin lewat juga turut diarahkan oleh pihak kepolisian untuk mencari jalan alternatif. Rencananya, kelima tersangka dihadirkan dalam rekonstruksi tersebut.
Kelima tersangka tersebut adalah Bharada E, Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR, Kuat Ma’ruf, serta Putri Candrawathi. Penyidik akan meminta mereka memperagakan langsung detik-detik perencanaan hingga eksekusi Brigadir J. (RED)





