Jombang, BeritaTKP.com – Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, akhirnya tubuh dua siswa yang hanyut terbawa arus Sungai Brantas ditemukan oleh tim sar. Dua korban tersebut berhasil ditemukan di dua lokasi yang berbeda, pada Jum’at (4/11/2022) kemarin siang.
Korban pertama yang ditemukan adalah Muhammad Alfin (14), warga Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Jasad Alfin ditemukan oleh Tim SAR sejauh 7 kilometer dari tempat awal ia menghilang. “Jasad pertama ditemukan sekitar pukul 11.51, lokasi masuk Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto,” terang Bambang Dwijo Pranowo Kalaksa BPBD Jombang.
Jasad Alfin saat pertama kali ditemukan dalam keadaan mengambang tak jauh dari DAM Sipon Brantas. Petugas langsung mengevakuasi dan membawanya ke daratan utnuk diserahkan ke rumah duka. “Lokasi penemuan pertama berada 7 kilometer dari lokasi korban hilang pertama kali,” lontarnya.
Tiga jam kemudian, giliran jasad Krisno (14), warga Desa Kedungwaru, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto ditemukan mengambang di pinggir sungai tak jauh dari dermaga perahu tambang Desa/Kecamatan Kesamben. “Korban kedua ditemukan sekitar pukul 14.15, lokasinya lebih dekat, sekitar 4 kilometer dari lokasi pertama hilang,” tambah Bambang.
Setelah kedua korban ditemukan, operasi pencarian korban tenggelam dipastikan selesai. “Operasi selesai, semua tim kembali,” tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Kesamben AKP Ahmad membenarkan penemuan kedua korban hanyut. Seluruh korban telah diserahkan kepada keluarga masing-masing. “Proses visum dan identifikasi juga sudah dilakukan, jenazah sudah diserahkan pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas dia. (Din/RED)






