Kepala Sekolah SMK Ma’arif NU, Muhajir S.E.

Gresik, BeritaTKP.com – Menanggapi terkait kasus dugaan penganiayaan yang menimpa salah satu siswa di SMK Ma’arif NU, Gresik, pihak sekolah buka suara terkait hal tersebut. Menurut Muhajir selaku kepala sekolah ia mengatakan bahwa ia tidak mengetahui pasti kejadian tersebut berawal yang ia tau kejadian tersebut berawal dari sepatu siswi yang disembunyikan oleh sejumlah siswanya termaksud korban pada Jumat (1/9/2023).

Pada hari berikutnya Bagas dan kawan-kawannya ini hendak meminta maaf (damai) kepada siswi tersebut. Mereka akhirnya membuat janji bertemu diluar sekolah dengan siswi tersebut di daerah perumahan Mojosarirejo. Mereka datang kesana setelah pulang sekolah.

Namun sesampainya disana, bukannya permintaan maafnya disambut dengan baik Bagas malah dipukuli oleh seorang yang mengaku sebagai pacar dari siswi tersebut.

Muhajir mengatakan jika permasalahan ini hanya disebabkan oleh miskomunikasi. Pihaknya juga telah melakukan mediasi dengan memanggil pihak yang bersangkutan, baik korban, saksi, hingga terduga pelaku yakni salah teman sekolah korban. Namun saat dipertemukan kebetulan orang tua dari ALF tidak dapat hadir. Pihaknya pun mengira bahwa masalah ini sudah selesai dengan adanya campur tangan pihak sekolah.

Namun Muhajir dibuat kaget dengan adanya pemberitaan yang menyebutkan bahwa pihak sekolah tidak melakukan upaya apapun terkait adanya kasus dugaan penganiayaan yang dialami oleh salah satu siswanya.

“Ya terimakasih atas kedatangannya kesini untuk mengclearkan berita yang miring ini, sebenarnya kejadian ini sudah ditangani oleh pihak sekolah dan semua pihak sudah ada kesepakatan terkait masalah ini namun orang tua dari Alif bisa hadir dan menjanjikan akan menemui langsung diluar pertemuan yang diadakan oleh pihak sekolah dan pihak sekolah mengira bahwa masalah ini telah selesai,” ujarnya.

“Namun kok tiba-tiba keluar berita begini-begini di media dan kita coba untuk klarifikasi pada orang tua yang menjanjikan untuk menemui diluar pertemuan sekolah dan diketahui bahwa orang tua ALF belum menemui orang tua yang bersangkutan sehingga pihak sekolah yang menganggap masalah ini clear ternyata belum,”jelasnya.

Saat ditanyai oleh media terkait Bagas yang tidak masuk sekolah sejak insiden pemukulan tersebut, Muhajir membenarkannya. Selain itu, pihak wali kelas dari Bagas juga telah mencoba menghubungi keluarga korban.

“Sebenarnya pihak wali kelas itu sudah berkali-kali menghubungi, katanya besok-besok gitu tapi sampai sekarang yang bersangkutan tidak kunjung masuk sekolah katanya masih trauma,” ujarnya.

Ditanya kembali apakah sudah mengupayakan untuk mendatangi rumah korban pasca penganiayaan tersebut, pihaknya menjawab belum, tapi untuk komunikasi pada orang tua yang bersangkutan lewat pesan singkat masih berjalan lancar hingga saat ini.

“Sebenarnya wali kelas sudah menghubungi orang tua yang bersangkutan menanyakan keadaan dari Bagas melalui wa, dan wali kelas juga saya tanya apakah sudah berkunjung ke rumah korban untuk melihat keadaan korban namun wali kelas yang bersangkutan belum kesana,”sambungnya.

Saat disinggung terkait sebagian pelaku penganiayaan yang bukan siswa dari sekolahnya Muhajir menegaskan bahwa itu bukan tanggung jawab pihaknya dan itu semua kita serahkan pada proses hukum yang berjalan. (tim)