Lampung, BeritaTKP.com – Sebuah mobil ambulans milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabumi mengalami kecelakaan tunggal hingga terjun ke sungai saat mengantar seorang narapidana untuk menjalani cuci darah (hemodialisa) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr H Abdul Moeloek, Bandar Lampung, Senin (22/6/2026).
Insiden tersebut mengakibatkan empat orang yang berada di dalam kendaraan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Yukum Medical Center (YMC), Kabupaten Lampung Tengah.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabumi, Tomi Elyus, mengatakan ambulans tersebut sedang menjalankan tugas mengantar seorang warga binaan yang membutuhkan penanganan medis rutin berupa hemodialisa.
Di dalam kendaraan terdapat empat penumpang, yakni sopir ambulans, petugas pengawalan, seorang narapidana, serta anggota keluarga warga binaan yang turut mendampingi selama perjalanan menuju rumah sakit.
“Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan kondisi mereka terus dipantau,” ujar Tomi.
Kecelakaan Terjadi di Jalinsum
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kelurahan Tanjung Ratu Ilir, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah.
Kasatlantas Polres Lampung Tengah, AKP Glend Felix Siagian, menjelaskan ambulans melaju dari arah Kotabumi menuju Bandar Lampung sebelum akhirnya mengalami kecelakaan.
Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan diduga hilang kendali hingga menabrak pembatas beton di sisi jalan.
“Setelah menabrak cor-coran pembatas jalan, ambulans terbalik dan masuk ke aliran kali kecil yang berada di pinggir jalan,” kata Glend.
Warga sekitar bersama petugas segera melakukan evakuasi terhadap seluruh penumpang yang berada di dalam kendaraan.
Empat Penumpang Mengalami Luka
Akibat kecelakaan tersebut, sopir ambulans bernama Taufik Hidayatullah (37), yang merupakan ASN Lapas Kotabumi, mengalami lebam pada bagian wajah, dada, dan tangan.
Petugas pengawalan, M. Imam Nadhir Salam (23), mengalami memar dan lecet pada bagian wajah serta kedua tangannya.
Sementara itu, warga binaan bernama Mediantoni (45) mengalami cedera pada bagian belakang kepala. Setelah mendapatkan penanganan awal di RS YMC, korban direncanakan dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung untuk melanjutkan pengobatan yang dibutuhkan.
Sedangkan Febrina Dama Yanti (36), anggota keluarga warga binaan yang turut mendampingi perjalanan, mengalami cedera di bagian kepala dan masih menjalani perawatan medis.
Lapas Lakukan Evaluasi Keselamatan
Usai menerima laporan kecelakaan, Kalapas Kotabumi Tomi Elyus langsung menuju RS Yukum Medical Center guna memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.
Pihak Lapas juga berkoordinasi dengan rumah sakit, petugas pengawalan, keluarga warga binaan, serta instansi terkait untuk memastikan proses perawatan dan pengamanan narapidana tetap berjalan sesuai prosedur.
Selain itu, Lapas Kotabumi berencana melakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan perjalanan, termasuk pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan operasional yang digunakan.
“Hingga saat ini situasi aman dan kondusif. Seluruh pihak yang terlibat telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur,” ungkap Tomi.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena ambulans tersebut tengah menjalankan tugas pelayanan kesehatan bagi warga binaan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, meski seluruh penumpang mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.(æ/red)





