LAMPUNG UTARA, BeritaTKP — Misteri hilangnya seorang pegawai koperasi di Kabupaten Lampung Utara berakhir tragis. Setelah empat hari tidak kembali ke rumah, Yulian Adi Putra (37) ditemukan meninggal dunia di sebuah kebun singkong di Desa Sri Agung, Kecamatan Sungkai Jaya, Sabtu (22/8/2026).
Korban yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai koperasi simpan pinjam itu sebelumnya dilaporkan hilang sejak Selasa (18/8/2026). Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab pasti kematiannya.
Kasatreskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Cristofel, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB oleh pemilik kebun bernama Resa Cahyadi.
Penemuan itu bermula ketika saksi mendatangi kebunnya dan melihat sepeda motor Honda Vario berwarna hitam milik Yulian berada di lokasi. Menyadari kendaraan tersebut berkaitan dengan korban yang sebelumnya dilaporkan hilang, saksi kemudian menghubungi Kepala Desa Sri Agung.
Kepala desa selanjutnya meneruskan informasi tersebut kepada personel Polsek Sungkai Jaya. Polisi bersama warga kemudian melakukan pemeriksaan dan pencarian di sekitar lokasi ditemukannya sepeda motor.
Tak lama berselang, Yulian ditemukan sudah tidak bernyawa. Tubuhnya ditemukan dalam posisi terlentang di siring atau aliran air yang berada tidak jauh dari lokasi sepeda motor miliknya.
“Tubuh korban ditemukan dalam posisi terlentang di siring atau aliran air yang berada tidak jauh dari lokasi sepeda motornya,” ujar Ivan.
Barang Pribadi Ditemukan di Lokasi
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang milik korban di sekitar lokasi. Barang-barang tersebut antara lain kunci sepeda motor, sebuah ponsel Nokia, helm berwarna merah, jaket hitam, jas hujan, serta tas yang berisi ponsel Android.
Petugas juga menemukan kartu anggota Koperasi Simpan Pinjam Raja Bintang Jaya. Selain itu, sebuah botol yang diduga berisi obat rumput ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi jasad korban.
Saat ditemukan, kondisi jasad Yulian telah mengalami pembusukan dan dipenuhi belatung. Berdasarkan kondisi tersebut, polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan.
Meski demikian, polisi menyatakan tidak menemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Pada tubuh korban tidak ditemukan luka ataupun tanda-tanda kekerasan,” kata Ivan.
Namun demikian, temuan tersebut belum cukup untuk memastikan penyebab kematian Yulian. Jasad korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk menjalani autopsi.
Pesan Korban kepada Istri Jadi Perhatian Polisi
Dalam penyelidikan, polisi turut mendalami kondisi korban sebelum dinyatakan hilang. Berdasarkan keterangan istri korban, Yulian disebut sempat menunjukkan perubahan perilaku beberapa hari sebelum menghilang.
Korban dikabarkan sering melamun. Bahkan, ia sempat menyampaikan pesan kepada istrinya bahwa apabila dirinya pergi, ia tidak perlu dicari.
Keterangan tersebut kini menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik dalam upaya mengungkap teka-teki kematian Yulian.
Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, termasuk mendalami apakah terdapat kondisi tertentu atau faktor lain yang berkaitan dengan kematian pegawai koperasi tersebut. (æ/red)





