MADIUN, BeritaTKP.com – Bentrokan antara massa pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan aparat kepolisian terjadi di Kota Madiun, Jawa Timur, pada Selasa (22/9/2026). Peristiwa tersebut sempat terekam dan beredar di media sosial.

Bentrokan terjadi menjelang agenda Parapatan Luhur (Parluh) PSHT yang rencananya digelar pada akhir September 2026.

Berikut fakta-fakta terkait kejadian tersebut:

1. Massa yang Terlibat Berasal dari Kubu Muhammad Taufiq

Bentrokan melibatkan massa pesilat PSHT dari kubu pimpinan Muhammad Taufiq. Kasi Humas Polres Madiun Kota Ipda Aris Yunandi menjelaskan, bentrokan terjadi pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB hingga menjelang pukul 10.00 WIB di kawasan persimpangan tiga Jalan Merak, Kota Madiun.

2. Massa Hendak Menuju Padepokan PSHT

Saat kejadian, rombongan pesilat diketahui sedang bergerak menuju Padepokan Pusat PSHT di Jalan Merak, Kota Madiun.

Tujuan tersebut berkaitan dengan persiapan menjelang pelaksanaan Parapatan Luhur (Parluh). Menurut kepolisian, massa kemudian dihadang oleh aparat yang telah berjaga di lokasi.

3. Acara Parluh Belum Mendapat Izin Keamanan

Rencana kegiatan Parluh PSHT kubu Muhammad Taufiq disebut akan berlangsung pada:

25–27 September 2026

Namun, kegiatan tersebut belum mendapatkan izin dari Forkopimda karena pertimbangan keamanan.

Kepolisian menyebut alasan keamanan menjadi pertimbangan utama dalam belum diterbitkannya izin kegiatan.

4. Polisi Mengadang Massa karena Khawatir Terjadi Bentrokan Antar Kubu

Aparat melakukan pengamanan dan menghadang massa agar tidak menuju padepokan.

Hal tersebut dilakukan karena polisi khawatir massa kubu Muhammad Taufiq akan bertemu dengan massa PSHT dari kubu lain, yakni kubu Moerdjoko, yang berpotensi memicu konflik.

5. Massa Sempat Bentrok dengan Aparat

Saat dilakukan penghadangan, situasi sempat memanas.

Massa pesilat dan aparat kepolisian kemudian terlibat bentrokan. Namun, setelah dilakukan pengamanan, aparat berhasil mengendalikan situasi dan membubarkan massa yang terlibat.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan pengamanan untuk menjaga kondisi tetap kondusif menjelang agenda Parluh PSHT.(æ/red)