Kota Malang, BeritaTKP.com – Selama tujuh bulan yang sudah berjalan di Tahun 2022 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mencatat sebanyak 5,9 juta wisatawan telah memasuki Kota Malang.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disporapar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni ketika ditemui di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Malang. Perempuan yang akrab disapa Dayu ini menuturkan, bahwa sebanyak 5,9 juta wisatawan tersebut terdiri dari wisatawan mancanegara dan nusantara.
Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang.
Angka 5,9 juta wisatawan yang telah memasuki Kota Malang selama 7 bulan ini melebihi target perencanaan wisatawan yang memasuki Kota Malang di Tahun 2022. Sebelumnya target perencanaan ini dibuat pada Tahun 2021, dengan jumlah sebanyak 1,9 juta orang wisatawan.
“Target perencanaan di tahun 2021 untuk tahun 2022 itu ada 1,9 juta dengan asumsi pandemi masih ada. Ternyata, dari catatan dinas selama semester satu 5,9 juta dan wisatawan asingnya yang tercatat itu 105 orang,” ungkap Dayu.
Diketahui sebelum adanya pandemi Covid-19, jumlah wisatawan yang memasuki Kota Malang mencapai 6,5 juta. Artinya, dengan kondisi pandemi Covid-19 pada Tahun 2022 ini, jumlah wisatawan yang memasuki Kota Malang hampir mendekati capaian jumlah wisatawan sebelum adanya pancemi Covid-19.
Lebih lanjut, pada tahun 2023 sesuai rencana strategis (renstra) pihaknya masih memasang target jumlah wisatawan yang memasuki Kota Malang sebanyak 1,9 juta orang.
“Target tahun 2023 di perencanaan renstra itu 1,9 juta. Karena prediksi kita tahun 2023 Covid baru selesai. Sehingga pada saat menyusun perencanaan, targetnya 1,9 juta, tapi saya rasa 6 juta masuk,” tutur Dayu.
Sementara itu, untuk wisatawan mancanegara yang memasuki Kota Malang, Dayu menyebutkan mulai merata dari berbagai negara. Di antaranya, Belanda, Malaysia, Timor Leste, Perancis, hingga Cina.
Menurut Dayu, alasan Kota Malang menjadi pilihan destinasi wisata warga mancanegara, karena andalan dari Kota Malang yakni wisata heritage, wisata event dan wisata pendidikan.
“Kalau wisatawan asing yang datang ke Kota Malang, dia bernostalgia. Dia mencari sejarah kawasan ini ceritanya kayak gimana sih. Pada prinsipnya mereka ke story telling,” tutur Dayu.
Salah satu lokasi yang saat ini menjadi tempat pilihan destinasi wisata para wisatawan asing yakni kawasan Jembatan Brantas. Di mana di lokasi tersebut tampak kawasan Kampung Warna-Warni dari atas jembatan.
“Jadi dia lihat keunikannya. Memang dia sudah pernah googling, lihat di YouTube, tetapi kalau kita berbicara pariwisata kan experience, touch nya,” pungkas Dayu. (Din/RED)





