GARUT, BeritaTKP.com – Sebuah perahu milik nelayan Trilana terbelah menjadi dua bagian akibat di hantam ombak di Pantai Sayang Heulang, Kecamatan Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Ombak juga menyebabkan Wahid (54) nelayan pemilik perahu tersebut, hilang.

Saat ini, tim search and rescue (SAR) gabungan menggelar operasi pencarian terhadap korban Wahid, warga Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, Garut itu.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa perahu korban dihantam ombak itu terjadi pada Sabtu (29/4/2023) lalu.

Puing perahu korban terdampar di Pantai Sayang Heulang.  Kepala Satuan Polairud (Kasatpolairud) Polres Garut AKP Anang Sonjaya mengatakan, proses pencarian terhadap korban, melibatkan personel Satpolairud Polres Garut, Basarnas, dan nelayan, dilakukan secara intensif selama empat hari terakhir.

Perahu milik korban Wahid terbelah menjadi dua akibat dihantam ombak. (FOTO: ISTIMEWA)

“Namun hingga kini keberadaan korban belum diketahui. Memasuki hari kelima, pencarian dihentikan dulu berdasarkan koordinasi dengan Basarnas,” kata Kasatpolairud Polres Garut, Rabu (3/5/2023).

“Hari ini, pencarian tidak dilakukan di laut, melainkan pemantauan saja oleh anggota Polairud Polres Garut. Kami meminta laporan setiap nelayan yang sedang melaut jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujar AKP Anang Sonjaya.

Kasatpolairud Polres Garut menuturkan, kronologi kecelakaan laut bermula saat korban Wahid berencana pulang ke darat melalui dermaga seusai melaut pada malam hari.

Saat itu, tutur dia, sejumlah saksi melihat perahu bertuliskan Trilana yang ditumpangi korban miring. Tak lama kemudian perahu dihantam ombak sehingga korban hilang terbawa arus laut.

“Perahunya terguling-guling karena digulung ombak. Tak lama kemudian saksi melihat korban dan perahunya hilang,” tutur Kasatpolairud Polres Garut.

Pada Sabtu siang, kata AKP Anang Sonjaya, para nelayan menemukan puing perahu Trilana yang dikemudikan Wahid. Perahu tersebut berkondisi rusak berat, dengan keadaan setengah badan kapal hilang.

“Perahunya terbelah, dari lambung perahu ke bagian belakang hilang, mesinnya juga sudah tidak ada. Kemungkinan perahu terbelah karena dihantam ombak dan benturan dengan karang di lokasi tersebut,” ucapnya.

Kini, sebagian badan dari perahu Trilana telah dievakuasi ke tepi pantai.

“Personel kami selalu mmemantau dan siap menanggapi laporan masyarakat untuk melakukan evakuasi jika keberadaan korban diketahui,” ujar AKP Anang Sonjaya. (red)