Jombang, BeritaTKP.com – Sebuah bangunan kandang ayan di Dusun Genjong, Kidul, Desa Sidowarek,  Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang hangus terbakar hingga rata dengan tanah, Minggu (25/9/2022) kemarin, sekitar pukul 11.40 WIB. Kandang dengan kapasitas 6 ribu ekor ayam ini terbakar diduga berawal dari puntung rokok yang dibuang sekitar bangunan kandang.

Kebakaran kandang dilaporkan ke pemadam kebakaran Kabupaten Jombang setelah warga dan pemilik gagal mematikan si jago merah dengan peralatan seadanya.

Kondisi kandang ayam di Desa Sidowarek usai terbakar.

Pada saat itu, hembusan angin kencang seakan mendukung kobaran api untuk semakin membesar dan benar saja, dalam hitungan menit separo bangunan atau sekitar 120 meter ludes tidak tersisa alias rata tanah. Dua jam lebih, api berhasil dipadamkan oleh petugas.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi, langsung melokalisir api agar tidak menghabiskan seluruh bangunan kandang ayam.

Tidak ada yang mengetahu persis awal mulai kebakaran kandang ayam berukuran 14×100 m² tersebut. Pemilik mengetahui api sudah berkobar dan membakar bangunan kandang miliknya.

“Kandang kosong, sebentar lagi, persiapan mau isi ayam dan (kandang) sudah dicuci,” kata Soim.

Saat api membesar kandang ayam, sedang tidak ada aktifitas apapun. Api diketahui sudah membesar dan menghanguskan bangunan.

Titik api pertama kali diduga berasal dari bangunan gudang sebelah tengah, kemudian merembet ke dua sisi bangunan sekitarnya. “Kata orang-orang, api keluar dari kandang (sebelah) tengah,” ujar Soim menambahkan.

Diduga kebakaran kandang ayam disebabkan dari puntung rokok yang di buang di serbuk gergajian. Atau juga warga iseng membakar limbah pertanian di sekitar lokasi.

Akibat kejadian itu, pemilik kandang ayam hanya bisa pasrah dan mengaku mengalami kerugian sekitar Rp300 juta.

Sementara, kepala pelaksana BPBD Jombang, Bambang Dwijo Pranowo menyatakan, kebakaran bangunan kandang ayam diduga dari puntung rokok. Sebab, tidak ada aliran listrik di kandang itu. “Kandang ayam terbakar diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang ke serbuk bekas gergajian kayu,” ujar Bambang Dwijo. (Din/RED)