BOGOR, BeritaTKP.com – Seorang pria di Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di kediamannya sendiri. Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah rekaman video penyerangan beredar luas.

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah orang terlibat adu mulut dengan korban. Cekcok yang awalnya berupa pertengkaran verbal kemudian berubah menjadi aksi penyerangan terhadap pria tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/11/2026) malam. Sejumlah orang disebut mendatangi rumah korban tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Situasi semakin memanas setelah salah satu orang diduga menantang korban untuk berduel. Namun, korban disebut menolak tantangan tersebut. Pihak keluarga yang melihat kejadian kemudian meminta bantuan kepolisian untuk menghentikan keributan.

Kapolsek Gunung Putri, Kompol Hillal Adi Himawan, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut melalui layanan darurat kepolisian 110.

“Semalam kita mendapat laporan 110. Kita langsung ke TKP (tempat kejadian perkara), kemudian kita upayakan mediasi, tapi tidak ketemu,” ujar Hillal, Senin (2/11/2026).

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kemudian berupaya meredam situasi. Setelah kedatangan anggota polisi, orang-orang yang terlibat dalam keributan akhirnya membubarkan diri.

Hillal menjelaskan, pihak korban selanjutnya diarahkan untuk membuat laporan polisi guna menindaklanjuti peristiwa tersebut melalui proses hukum.

“Akhirnya pada bubar, dan untuk tuan rumah buat LP (laporan polisi) di Polres,” pungkasnya.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Pihak kepolisian saat ini menindaklanjuti laporan tersebut untuk mendalami kronologi kejadian serta pihak-pihak yang terlibat.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena dugaan penyerangan terjadi di lingkungan rumah korban sendiri. Proses penyelidikan diharapkan dapat mengungkap penyebab perselisihan sekaligus memastikan pertanggungjawaban hukum apabila ditemukan unsur tindak pidana.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai motif penyerangan maupun kondisi korban setelah kejadian.(æ/red)