ilustrasi

Gresik, BeritaTKP.com – Seorang siswi kelas 2 SMP di Surabaya menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan yang diduga dilakukan kakak kelasnya berinisial GBA, yang disebut-sebut merupakan anggota gangster. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah kosong di Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.

Ayah korban, CEY, mengungkapkan bahwa putrinya baru menceritakan kejadian tersebut setelah mengalami tekanan dan ancaman dari pelaku. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 27 Desember 2025, namun baru terungkap kepada keluarga pada 15 Januari 2026.

“Anak saya cerita ke saya itu banyak ancaman. Mulai dari sebelum masuk, dia diancam tidak akan diantar pulang jika tidak mau masuk ke rumah kosong itu,” ujar CEY, Sabtu (14/2/2026).

Menurut CEY, saat berada di dalam rumah kosong tersebut, pelaku kembali mengancam korban agar tidak berteriak meminta pertolongan. Pelaku bahkan mengacungkan senjata tajam (sajam) yang ada di lokasi untuk menakut-nakuti korban.

“Pelaku mengancam jika tidak menuruti kemauannya dan berteriak, maka tidak akan diantar pulang dengan selamat. Selain itu anak saya ditunjukkan sajam yang biasa digunakan pelaku saat menjadi anggota gangster,” tambahnya.

Setelah melakukan perbuatannya, pelaku kembali mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun, termasuk orang tuanya. Ancaman itu membuat korban memilih bungkam dan mengalami trauma berat.

“Anak saya tidak mau cerita karena takut diancam pelaku. Apalagi pelaku ini satu sekolah dengan anak saya,” kata CEY.

Sebelumnya, korban berpamitan kepada ayahnya untuk keluar rumah sekitar pukul 14.00 WIB dengan alasan mengikuti acara bakar-bakar bersama teman-teman sekolahnya. Karena saat itu hari Sabtu, sang ayah mengizinkan tanpa menaruh curiga.

Kasus ini kini menjadi perhatian dan tengah ditangani pihak berwenang. Keluarga berharap pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku dan korban mendapatkan pendampingan serta pemulihan trauma secara maksimal.(æ/red)