Semarang, BeritaTKP.com – Aviz Ahmad (20), penumpang bus pariwisata PO Cahaya Trans, menjadi salah satu korban selamat dalam kecelakaan maut di Exit Tol Krapyak, KM 420-A, Kota Semarang, Senin (22/12/2025) dini hari. Ia mengaku menyaksikan kondisi mengerikan sesaat setelah bus terguling.
“Saya tertidur, tiba-tiba bus sudah terguling. Saat bangun, saya melihat penumpang bertumpuk, menjerit, dan darah ada di mana-mana,” ujar Aviz.
Bus bernomor polisi B 7201 IV itu membawa 34 penumpang dari Jatiasih, Jakarta, menuju Yogyakarta. Saat melintas di jalur keluar tol Krapyak, bus diduga melaju dengan kecepatan tinggi, kehilangan kendali di tikungan, menabrak pembatas jalan, lalu terguling ke sisi kiri.
Aviz yang duduk di bagian belakang bus berhasil menyelamatkan diri melalui jendela yang pecah. Ia kemudian dievakuasi tim SAR gabungan dan dilarikan ke RS Columbia Asia Semarang untuk mendapatkan perawatan akibat luka ringan.
“Suasana di dalam bus sangat kacau. Banyak penumpang menjerit ketakutan dan menangis. Saya keluar lewat jendela dan dibantu tim SAR,” katanya.
Sopir bus bernama Gilang juga selamat dan saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh kepolisian. Dugaan sementara penyebab kecelakaan mengarah pada faktor kelelahan pengemudi atau kecepatan kendaraan yang terlalu tinggi.
Proses evakuasi melibatkan Basarnas, Polri, Jasa Marga, PMI, dan unsur relawan lainnya. Evakuasi berlangsung hingga sekitar pukul 04.00 WIB, dengan para korban dilarikan ke sejumlah rumah sakit, antara lain RSUP Dr. Kariadi, RS Columbia Asia, dan RSUD dr. Adhyatma MPH (RS Tugu) Semarang.
Dari total 34 penumpang, 16 orang meninggal dunia dan 18 lainnya selamat, sebagian di antaranya mengalami luka berat seperti patah tulang dan cedera kepala. Tim DVI Polda Jawa Tengah masih melakukan proses identifikasi korban meninggal, yang mayoritas berasal dari wilayah Klaten dan Boyolali.(æ/red)