Bojonegoro, BeritaTKP.Com  – Demi memberdayakan warga dan lingkungan di desa Mulyorejo,kecamatan Balen,kabupaten Bojonegoro, Pemdes (Pemerintah Desa) Mulyorejo menanam ribuan jahe merah, jenis tanaman rimpang itu ditanam di sepanjang jalan desa setempat.

“Rencana akan menanam sekitar lima ribu jahe merah, tapi bisa bertambah. Tergantung kebutuhan nantinya,” pungkas Kepala Desa Mulyorejo Kecamatan Balen, Subekhan, Jumat (26/3/2021).

Ribuan tanaman jahe yang siap dibudidayakan.

Penanaman jahe merah tersebut sepanjang jalan poros desa dan gang-gang yang ada di lingkungan setempat. Selain itu proses penanaman akan dilakukan berbeda, karena polibek yang dipakai didesain tahan lama dan menjadi pemandangan di sepanjang jalan, lanjut Kades Subekhan.

“Kita terus berinovasi memanfaatkan lahan dan menghias desa. Sekaligus memberdayakan masyarakat dalam perawatannya nanti,” ungkapnya.

Bibit jahe merah tersebut dibeli dari warga Desa Mulyorejo, dengan harga antara Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu. “Kita libatkan semuanya termasuk BUMDes, dengan begitu manfaatnya bisa dirasakan semuanya,” lanjut Kepala Desa Mulyorejo tiga periode itu.

Sementara, tanaman yang mudah hidup dan berkembang itu sangat bermanfaat bagi kesehatan, diantaranya meredakan batuk, sakit kepala, menurunkan kadar kolesterol dan masih banyak lagi. Termasuk nilai jualnya tetap stabil dan mahal.

Selain itu, mengingat pandemi Covid-19, diperkirakan kebutuhan jahe merah masih berpotensi besar. “Jahe merah terus dicari, sehingga harga jualnya tidak akan merugi. Namun terpenting Pemdes Mulyorejo memberdayakan dan melibatkan masyarakat,” ungkapnya.

Seperti diketahui, harga jahe merah di pasar Kabupaten Bojonegoro mencapai Rp 100 ribu per kilogram, pada 7 Maret 2021. Harga tersebut meningkat yang sebelumnya hanya berkisar antara Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu. SD/Red