BOGOR, BeritaTKP.com – Sebanyak 481 siswa dari SMPN 1 Dramaga dan SMPN 2 Dramaga, Kabupaten Bogor, dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan atau minuman dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari jumlah tersebut, 22 siswa sempat dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, gejala mulai dirasakan para siswa pada Senin (26/10/2026) malam hingga Selasa (27/10/2026) pagi. Ia turut meninjau sejumlah siswa yang menjalani penanganan di Puskesmas Cangkurawok, Kecamatan Dramaga.
“Terinformasikan bahwa indikasi terjadinya keracunan makanan atau minuman, itu terjadi kemarin pada 26 Oktober 2026,” kata Rudy, Selasa (27/10/2026).
Menurut Rudy, pemerintah daerah telah membuka layanan pengobatan untuk para siswa yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan atau minuman.
“Jumlah siswa-siswi yang datang untuk meminta bantuan pengobatan jumlahnya 481 siswa,” jelasnya.
Sejumlah Siswa Masih Mendapatkan Perawatan
Dari total 481 siswa yang mendapatkan bantuan pengobatan, sebanyak 22 orang dirujuk ke rumah sakit. Sementara itu, sembilan siswa lainnya masih menjalani pengobatan dan perawatan di Puskesmas Cangkurawok berdasarkan data yang disampaikan Rudy.
Dalam perkembangan penanganan, Rudy menyebut 19 siswa dirujuk ke RS KBP, sedangkan tiga siswa telah diperbolehkan pulang.
Ia juga menyampaikan bahwa dari 14 siswa yang mendapatkan penanganan di RSM, satu siswa masih menjalani perawatan. Data tersebut merupakan keterangan yang disampaikan dalam laporan perkembangan penanganan korban.
Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan akan memastikan seluruh siswa yang mengalami keluhan mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.
“Tugas kami adalah memastikan masyarakat Kabupaten Bogor, terutama siswa-siswi yang terindikasi keracunan makanan dan minuman, mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dari pemerintah,” ungkap Rudy.
Sampel Makanan Diperiksa di Laboratorium
Untuk mengetahui penyebab kejadian, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Polres Bogor mengambil sampel makanan dan minuman yang dikonsumsi para siswa. Sampel tersebut akan diteliti di laboratorium kesehatan Kabupaten Bogor.
Hasil pemeriksaan diharapkan dapat membantu mengungkap apakah keluhan yang dialami para siswa berkaitan dengan makanan atau minuman dari program MBG.
Saat ditanya mengenai menu yang dikonsumsi para siswa, Rudy menyerahkan penjelasan teknis kepada koordinator wilayah dan pihak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia menegaskan, pemerintah kabupaten saat ini memprioritaskan penanganan kesehatan para siswa.
“Untuk teknis pemberian makanan MBG, secara teknis kewenangannya berada di Badan Gizi Nasional,” pungkasnya.
Data Korban Sempat Berbeda
Sebelumnya, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi menyampaikan bahwa jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan mencapai 417 orang. Para siswa tersebut berasal dari SMPN 1 Dramaga dan SMPN 2 Dramaga.
“Tim kesehatan sudah bertindak cepat melakukan penanganan korban diduga keracunan. Jumlah korban mencapai 417 orang,” ujar Ade.
Dalam perkembangan berikutnya, Bupati Bogor menyebut jumlah siswa yang datang untuk memperoleh bantuan pengobatan mencapai 481 orang.
Penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dan minuman. Pemerintah daerah bersama kepolisian terus melakukan penanganan dan pendalaman untuk memastikan sumber keluhan yang dialami para siswa.(æ/red)





