Malang, BeritaTKP.com – Terkait kasus keracunan massa yang dialami oleh ratusan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB), polisi saat ini telah memeriksa sebanyak tujuh orang saksi. Kasat Reskrim Polres Malang Iptu Wahyu Rizki Saputro, menyatakan pihaknya memintai keterangan dari tujuh orang saksi termasuk warga yang menyediakan makanan.

Wahyu menuturkan, pemeriksaan saksi itu penting untuk mencari penyebab pasti keracunan massal yang dialami para mahasiswa. “Tujuh saksi itu di antaranya panitia, penyedia makanan, dan juga peserta kegiatan tersebut,” tuturnya.

Gambar Ilustrasi.

Wahyu mengaku, satu orang korban yang sebelumnya dirawat di RS Universitas Brawijaya siang kemarin sudah pulang. Dengan begitu, tidak ada lagi mahasiswa yang mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan. “Korban tinggal satu di RSUB. Hari ini pulang dan dilakukan rawat jalan,” katanya.

Wahyu membeberkan bahwa makanan yang dikonsumsi peserta kegiatan berasal dari warga, yaitu istri dari kepala desa. Sebelumnya sudah ada kesepakatan bahwa warga akan membantu dukungan makanan dalam kegiatan mahasiswa tersebut. “Makanan disediakan oleh istri kepala desa, karena kegiatan mahasiswa juga membantu kebutuhan dari desa tersebut,” bebernya.

Kendati begitu, penyebab pasti keracunan massal masih diselidiki oleh Polres Malang. Sampel sisa makanan juga telah dikirim ke Labkesda Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

Sebelum hasil uji laboratorium keluar, maka penyebab terjadinya keracunan belum dapat disimpulkan. Apakah dari makanan atau faktor lainnya.

“Kami sudah mengirimkan sample makanan ke Labkesda Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Kami masih menunggu hasilnya,” tukas Wahyu.

Berdasarkan hasil penyelidikan Polres Maalang mengungkap setidaknya 260 mahasiswa diduga keracunan dengan gejala lemas, perut mual, sesak napas, diare, dan kondisi lemah.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 1.279 mahasiswa Fakultas Teknik UB angkatan 2022 mengikuti kegiatan Kemah Kerja Mahasiswa (KKM) ke-43 di Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang mulai 6 Feburari 2023 lalu. Ratusan di antaranya mengalami keracunan massal. Ada 3 versi total korban keracunan massal tersebut.

Dari data Puskesmas Wagir, korban keracunan mencapai 510 mahasiswa. Sementara polisi menyebut ada 360 orang. Terakhir, UB mengklaim mahasiswa korban keracunan massal itu cuma 11 orang. (Din/RED)