MAROS, BeritaTKP.com – Sebuah tragedi kemanusiaan yang memilukan melanda wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Akibat lalai dan kepanikan massal saat kebakaran hebat melanda, seorang balita perempuan berinisial CAJ (4 tahun 10 bulan) ditemukan tewas mengenaskan setelah terjebak di dalam kamar rumah panggung milik keluarganya yang hangus rata dengan tanah.
Insiden kebakaran yang diduga dipicu oleh kebocoran instrumen gas tersebut terjadi saat ayah korban tengah terdistraksi menonton siaran langsung pertandingan sepak bola.
Waktu Kejadian dan Respons Armada Damkarmat
Kebakaran maut ini menimpa kediaman milik seorang warga bernama Jirman (45) di kawasan Dusun Sakeang, Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.
Berdasarkan manifes penanganan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Maros, garis waktu evakuasi berjalan sebagai berikut:
- Pukul 01.40 Wita: Petugas piket Damkarmat menerima laporan kedaruratan dari warga mengenai adanya kobaran api besar di pemukiman panggung. Satu unit armada taktis dari Sektor Tanralili langsung diterjunkan.
- Pukul 02.05 Wita: Petugas pemadam tiba di lokasi dan langsung melancarkan lokalisasi api serta prosedur pendinginan struktural. Namun, karena material rumah didominasi kayu, bangunan utama beserta satu unit sepeda motor sudah lunas terbakar.
Kronologi Tragedi: Terjebak Saat Kamar Dikepung Api
Berdasarkan hasil investigasi lapangan dan pengumpulan keterangan saksi, kronologi petaka yang menewaskan balita CAJ terjadi melalui runtunan berikut:
- Aktivitas Dini Hari: Pada Kamis dini hari, 18 Juni 2026, korban CAJ tengah tertidur pulas di dalam kamarnya. Sementara itu, sang ayah, Jirman, berada di ruangan lain dalam kondisi terjaga karena sedang asyik menonton tayangan pertandingan Piala Dunia 2026.
- Pemicu dari Area Dapur: Api diduga kuat pertama kali muncul dari sektor belakang rumah (dapur) dan merembet cepat akibat dorongan angin malam serta material kayu rumah panggung yang kering.
- Kepanikan dan Kelalaian Evakuasi: Menyadari kobaran api yang mendadak membesar dan memenuhi seisi rumah, Jirman dilanda kepanikan hebat. Ia bergegas menyelamatkan diri ke luar bangunan tanpa menyadari bahwa putri kecilnya masih tertinggal di dalam kamar tidur yang mulai dikepung asap pekat.
- Terlambat Menyadari: Begitu berhasil menapakkan kaki di area halaman luar, Jirman baru menyadari bahwa CAJ belum terevakuasi. Namun, upaya penyelamatan susulan sudah mustahil dilakukan karena api telah menguasai seluruh konstruksi bangunan.
Hasil Evakuasi dan Dugaan Penyebab Kebocoran Gas
Manifes Korban Kebakaran:
Setelah kobaran api berhasil dijinakkan secara total oleh petugas damkar, tim rescue melakukan penyisiran ke dalam puing-puing bangunan. Petugas menemukan jasad balita CAJ sudah dalam kondisi meninggal dunia akibat luka bakar dan asfiksia (menghirup asap beracun).
Kepala Dinas Damkarmat Maros, Jufri Samad, mengonfirmasi bahwa dari total empat anggota keluarga yang mendiami rumah panggung tersebut, tiga orang dinyatakan berhasil selamat dari maut.
Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pendataan awal di lokasi, indikasi kuat penyebab utama munculnya titik api berasal dari kebocoran pada bagian regulator tabung gas elpiji di dapur. Kendati demikian, pihak Polsek Tompobulu dan Tim Inafis Polres Maros masih memasang garis polisi guna penyelidikan lebih mendalam untuk mengunci penyebab pasti dari kebakaran maut tersebut.(æ/red)





