Mojokerto, BeritaTKP.com – Lima kecamatan di Kabupaten Mojokerto, pada Kamis (11/1/2024) kemarin sore, diterjang angin kencang Hempasan angin tersebut merusak kabel jaringan listrik, atap bangunan serta membuat pohon tumbang yang diantaranya menimpa kendaraan.

Hujan disertai angin kencang tersebut terjadi sekira pukul 15.30 WIB. 5 kecamatan yang diterjang angin kencang tersebut, yakni wilayah Kecamatan Kutorejo, Dlanggu, Mojosari, Pungging, dan Bangsal. Beruntung, tidak ada korban jiwa imbas terjadinya bencana alam tersebut.

Di wilayah Mojosari-Pungging, pohon tumbang tersebar di beberapa titik. Masing-masing dua pohon tumbang terjadi di sekitar RSI Arofah, Pasar Legi, dan Klenteng. ’’Di wilayah Mojosari pohon tumbang ada di empat titik, jumlahnya banyak. Belum terdata,’’ ungkap Udi, salah seorang relawan.

Meski tak ada korban jiwa, material pohon menimpa satu mobil melintas di Jalan Brawijaya dan satu mobil pikal di sekitar Pasar Legi. Kencangnya hempasan angin membuat sejumlah pohon bertumbangan di kawasan pusat Mojosari.

Dikabarkan, pohon tumbang juga terjadi di sekitar Puskesmas Kutorejo dan di Desa Sumberkarang, Kecamatan Dlanggu. Material pohon tumbang melintang dan menutup sebagian ruas jalan.

Selain itu, deretan 10 ruko di sekitar lapangan Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, dirusak angin. Bagian atap bangunan tersingkap dihempas angin hingga menimpa satu mobil terparkir. ’’Tadi anginnya dari arah selatan. Kejadiannya cepat, cuma sekitar satu menit,’’ terang Sukron, warga setempat.

Bila dibilang wilayah terdampak paling parah dari bencana hidrometeorologi tersebut adalah Dusun Wunut, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo. Kecepatan angin yang diperkirakan sekitar 30 km/jam merusak 14 rumah warga dan menumbangkan 10 pohon.

Dengan rincian, 2 rumah rusak parah dan 12 hunian rusak ringan dan sedang. ’’Alhamdulillah tidak ada korban. Pohon tumbang ada yang memutus kabel listrik. Sampai saat ini (kemarin petang) listrik padam,’’ urai Susilo, Kepala Dusun (Kasun) Wunut.

Susilo mengatakan, angin kencang ini tidak lama terjadi. Hanya terjadi sekitar satu menit saja setelah turun hujan sekira pukul 15.30 WIB. Sementara itu, imbas bencana ini telah telah ditangani BPBD Kabupaten Mojokerto. Hingga kemarin petang, petugas bersama warga dan relawan berjibaku menanggulangi dampak yang ditimbulkan. (Din/RED)